Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Fesyen menjadi salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia. Baik dari sisa produksi atau dari pakaian bekas yang berakhir di tempat pembuangan akhir sampah.
Direktur PT Asia Pacific Rayon (APR), Basrie Kamba, mengatakan bahwa melihat kondisi bumi saat ini, pergeseran kebiasaan dalam bidang fesyen menjadi lebih ramah lingkungan bukan lagi sekadar pilihan.
Upaya mengubah industri fesyen menjadi ramah lingkungan harus dilakukan dengan cepat dan melibatkan semua pihak yang terlibat. Mulai dari pengusaha tekstil, desainer, hingga masyarakat sebagai konsumen.
"Harus ada komitmen dari semua pelaku industri fesyen untuk membuat roadmap sebagai panduan dan pedoman pelaksanaan bisnis fesyen yang berkelanjutan. Mulai dari desain, pemilihan bahan baku, proses produksi atau rantai pasoknya," ujar Basrie, dalam bincang virtual, Jumat, (26/2).
Basrie mengatakan selain komitmen pelaku bisnis, juga harus ada edukasi masif pada masyarakat sebagai konsumen produk fesyen. Edukasi harus diberikan agar setiap konsumen mau memertimbangkan bahan baku pakaian yang akan dibeli.
"Melibatkan para konsumen pengguna fesyen agar pola dan kebiasaan dalam konsumsi produk fesyen bisa lebih bertanggung jawab. Jadi kalau sebelumnya konsumen hanya mempertimbangkan model dan harga, saat ini harus mengedukasi konsumen untuk lebih peduli pada bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan setiap produk fesyen yang akan dibeli," tutur Basrie.
Ia mengatakan upaya mengubah pola bisnis dan konsumsi fesyen menjadi lebih ke arah ramah lingkungan mau tidak mau harus diikuti Indonesia. Karena saat ini, berbagai negara di dunia sudah bergeser pada kebiasaan tersebut. Dengan begitu, industri fesyen di tanah air tetap akan bisa bersaing dan memiliki reputasi yang baik di mata dunia.
"Perilaku konsumen di sejumlah negara sudah berubah terhadap fesyen. Kita di Indonesia harus ikut dalam trend movement yang berjudul sustainable fashion ini," ujar Basrie. (M-2)
Koleksi limited edition Year of the Horse dari New Era menonjolkan kualitas craftsmanship yang detail dengan nuansa selebrasi yang lebih halus (subtle).
Melalui koleksi eksklusif bertajuk Moroccan Daydream, Tasya membawa standar estetika tingginya ke dalam busana siap pakai untuk menyambut Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Busana yang dikenakan Adelia tersebut merupakan koleksi Lebaran dari jenama Lina Sukijo bertajuk Gema Rayya.
Arumi memilih atasan berbentuk seperti mantel panjang berwarna merah marun, pilihan warna yang memberikan kesan megah dan berwibawa.
Zaskia dan Shireen Sungkar mengajak audiens untuk merenungkan kembali makna warisan yang tidak hanya berwujud karya fisik, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang diteruskan lintas generasi.
Naomi Osaka mencuri perhatian di Australia Terbuka 2026 dengan jaket ubur-ubur karya Robert Wun. Simak inspirasi di balik gaya ikoniknya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved