Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah lukisan dinding 'Fresco' di situs bangunan kuno yang diperkirakan berusia 2.000 tahun di Casa dei Ceii, Pompeii, berhasil direstorasi dengan teknologi laser-pembersih sehingga tampak layaknya lukisan baru.
Karya seni (lukisan) yang menampilkan adegan berburu itu dilukis dengan gaya Pompeii yang populer sekitar tahun 20 hingga 10 SM dengan menampilkan warna-warna cerah.
Namun treatmen perawatan yang kurang memadai sejak situs tersebut digali pada tahun 1913 hingga 1914 menyebabkan lukisan Fresco yang dikenal dengan sebutan "Perburuan" ini semakin memburuk, terutama pada bagian bawah lukisan yang rentan dengan kelembaban.
Bagian utama lukisan tersebut menampilkan adegan seekor singa yang sedang mengejar banteng. Kemudian ada juga macan tutul yang menerkam domba, dan babi hutan menyeruduk rusa.
Lukisan Fresco biasanya menghiasi dinding-dinding rumah di kompleks permukiman Pompeii, kehadiran lukisan-lukisan ini dimaksudkan untuk membangkitkan suasana tenang sekaligus menciptakan ilusi untuk agar area tersebut tampak lebih besar, seperti ketika kita menggunakan cermin.
"Apa yang membuat lukisan dinding ini begitu istimewa adalah kelengkapannya dibandingkan dengan lukisan fresco yang lain. Lukisan ini merupakan sesuatu yang langka untuk lukisan dinding di Pompeii," papar direktur situs bersejarah Pompeii, Massimo Osanna seperti dilansir oleh dailymail.co.uk, Kamis (25/2).
Bangunan yang berdiri sekitar dua abad sebelum letusan Gunung Vesuvius itu dipercaya milik seorang hakim bernama Lucius Ceius Secundus, berdasarkan prasasti yang ditemukan di bagian luar gedung yang menjadi rujukan penamaan bangunan tersebut menjadi 'Casa dei Ceii'.
Selain dihiasi oleh lukisan Fresco, para arkeolog yang melakukan ekskavasi terhadap bangunan tersebut juga menemukan kanal dan dua air mancur di halaman bangunan serta sebuah patung bidadari dan sphynx yang diduga mencitrakan panorama lembah Sungai Nil.
Melalui pekerjaan restorasi ini diharapkan lapisan cat dari sebagian besar lukisan dinding akan kembali tampak setelah dibersihkan secara hati-hati dengan laser khusus. Para ahli juga memperbaiki cat di area Fresco yang telah terkelupas untuk memperjelas gambar aslinya.
Perlindungan khusus juga telah dilakukan untuk mencegah infiltrasi air hujan di masa depan merusak karya seni berusia dua ribu tahun ini. (DailyMail/M-2)
PERAYAAN Imlek kini tidak lagi sembunyi-sembunyi. Imlek bahkan sudah menjadi bagian dari perayaan hari besar dan tradisi budaya masyarakat Indonesia yang multipluralis.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
Bonnie Triyana meresmikan pameran revolusi di Jakarta yang menghadirkan narasi baru sejarah kemerdekaan lewat karya seni dan perspektif kemanusiaan.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Sutradara Aldo Swastia menyebut tidak ada patokan pasti dalam menentukan batas antara fakta dan fiksi yang harus dikembangkan terutama dalam film bertema sejarah atau kepahlawanan.
Penilaian terhadap Pak Harto harus dilakukan dengan pendekatan akademik yang berimbang,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved