Jumat 26 Februari 2021, 11:05 WIB

Spray dari Cabai Terbukti Bisa Atasi Hidung Tersumbat

Deden Muhammad Rojani | Weekend
Spray dari Cabai Terbukti Bisa Atasi Hidung Tersumbat

Unsplash/ CDC
(Ilustrasi) Penelitian University of Texas menunjukkan jika semprotan dengan senyawa cabai bisa menurunkan gejala hidung tersumbat.

CABAI memang bisa membuat berbagai makanan lebih nikmat. Namun bagaimana jika senyawa cabai digunakan sebagai semprotan untuk mengatasi hidup tersumbat?


Nyatanya, penelitian dari University of Texas, Amerika Serikat, menunjukkan cukup mujarabnya semprotan dengan senyawa yang ada di cabai. Dilansir dari dailymail, Rabu (24/2), penelitian semprotan hidung yang dibuat dengan capsaicin (senyawa yang menyebabkan cabai menjadi pedas) itu dapat menghilangkan gejala pada sekitar 40 persen pasien hanya dalam 12 minggu penggunaan. Hasil penelitian itu telah diterbitkan dalam jurnal International Forum of Allergy & Rhinology.


Semprotan ini dirancang untuk orang yang hidung tersumbatnya bukan karena alergi seperti demam, melainkan oleh rinitis non-alergi. Penyakit itu terjadi akibat pembengkakan pembuluh darah dan penumpukan cairan di jaringan hidung sering kali dipicu oleh flu, perubahan suhu udara, atau iritasi dari polutan seperti asap rokok.


Rinitis non-alergi sering terjadi, dan selain hidung tersumbat, dapat menyebabkan bersin terus-menerus dan mengurangi indra penciuman. Perawatan yang jamak saat ini untuk rinitis non-alergi adalah pembilasan hidung secara teratur menggunakan larutan air garam buatan sendiri atau sachet yang telah disiapkan sebelumnya dari apotek. Ini membersihkan kelebihan lendir yang terkumpul karena penyumbatan.


Semprotan steroid yang dijual bebas juga dapat membantu meredakan peradangan di saluran hidung. Namun penggunaan semprotan steroid jangka panjang dapat meningkatkan risiko efek samping seperti peningkatan nafsu makan dan perubahan suasana hati.


Semprotan hidung berbahan dasar capsaicin sebenarnya telah digunakan di bawah pengawasan dokter untuk rinitis non-alergi di beberapa negara selama beberapa tahun, tetapi saat ini tidak diizinkan untuk digunakan di Inggris. Semprotan ini diperkirakan bekerja dengan mengurangi kadar protein yang disebut vanilloid potensial reseptor transien, yang diketahui berperan dalam peradangan hidung.


Dalam penelitian oleh University of Texas, setengah dari 22 pasien yang terlibat dalam penelitian ini diberi semprotan cabai untuk disemprotkan ke setiap lubang hidung lima kali, dengan interval satu jam di antara perawatan. Sisanya diberi semprotan tiruan yang sebagian besar berisi air. Ini diulangi lagi empat minggu kemudian, dan delapan minggu setelah itu.


Peneliti menemukan kelompok yang disemprot cabai mengalami penurunan skor rata-rata lima poin setelah empat minggu. Setelah 12 minggu, 40% orang dalam kelompok itu mengalami penurunan gejala sehingga mereka tidak lagi digolongkan sebagai penderita rinitis non-alergi. (M-1)

Baca Juga

Rehman Asad / AFP

AS Utus John Kerry ke Tiongkok Bahas Perubahan Iklim

👤Adiyanto 🕔Rabu 14 April 2021, 12:05 WIB
Misi Kerry dilakukan sebagai persiapan untuk KTT iklim virtual yang digagas Presiden Joe Biden yang bakal dihelat pekan...
Yuki IWAMURA / AFP

Jepang Berencana Buang Air Limbah Nuklir Reaktor Fukushima ke Laut

👤Putri Rosmalia 🕔Rabu 14 April 2021, 08:15 WIB
Penolakan terus datang dari berbagai pihak. Mulai dari nelayan lokal, aktivis lingkungan, serta pemerintah...
tangkapan layar google

Google Luncurkan Tiga Fitur Baru di Bulan Ramadan

👤Adiyanto 🕔Rabu 14 April 2021, 07:20 WIB
Dengan Asisten Google, Anda juga dapat diingatkan waktu sahur cukup dengan bicara “bangunin sahur jam 3...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya