Rabu 24 Februari 2021, 09:00 WIB

Ini nih, Trik Mengolah Daging Babat Tanpa Drama

Galih Agus Saputra | Weekend
Ini nih, Trik Mengolah Daging Babat Tanpa Drama

123RF
Daging babat yang telah dibersihkan.

Jeroan boleh dibilang sebagai salah satu bagian yang cukup digemari pecinta kuliner, dengan salah satunya adalah babat. Tak sedikit pula hidangan yang menggunakan bahan ini mulai dari bakso, sambal goreng, bacem, hingga soto.

Akan tetapi, cara mengolah bahan makanan ini ternyata juga harus hati-hati. Salah urus, babat yang seharusnya nikmat bisa jadi justru bau, menyusut, atau keras saat dikunyah.

Cukup menarik karena empunya usaha kuliner Sejiwa Cuisine, Retno Hemawati, punya beberapa trik untuk mengolah bagian yang diambil dari lambung sapi ini.

Retno mengatakan mengolah babat pada dasarnya 'super tricky'.

"Jangan harap Teman Jiwa bisa belanja pas dengan harapan. Maksudnya, jika ingin bikin babat dengan hasil akhir 1 kg, harus beli setidaknya 2 kg. Susutnya sungguh banyak," tulisnya di akun media sosial @retnohemawati, Selasa (23/2).

Hal lain yang harus diperhatikan, kata Retno, setelah dibersihkan berilah babat dengan perasan jeruk nipis. Setelah itu cuci lagi dan kemudian rebus. 

Retno menjelaskan, merebus babat berbeda dengan daging. Untuk mendapat tekstur yang lunak, daging biasanya direbus menggunakan air mendidih yang 'bergejolak'. Adapun babat justru harus dimasukkan saat airnya masih dingin, karena ia mudah lunak dan menyusut.

Mengolah babat sebaiknya juga jangan di ruang tertutup, atau minimal dengan ventilasi terbuka. Hal ini perlu dilakukan karena menurut Retno aroma babat 'nggak asyik'.

"Buang semua air rebusan. Nggak ada cerita kaldu-kalduan dari babat. Buang airnya saat masih panas, sebelum lemaknya menempel kembali. Ribet misahinnya lagi," imbuhnya.

Retno menyarankan untuk membeli babat yang sudah dibersihkan daripada yang supersegar alias baru dipotong. Selain susutnya bisa lumayan banyak, kurang lebih dari 3 kg menjadi 1 kg, membersihkannya pun butuh waktu lama.

"Nggak usah kelebihan energi beli babat yang masih hitam, bersihinnya makan waktu. Mendingan cuci handuk aja, mirip kok sensasinya," seloroh Retno. (M-2) 

Baca Juga

MI/Lidya Tannia Bangguna

Mengintip Arsitektur Budaya Peranakan Tionghoa di Desa Parakan, Temanggung

👤Lidya Tannia Bangguna 🕔Sabtu 24 Juli 2021, 07:09 WIB
Kuda-kuda rumah dan motif rumah peranakan Tionghoa memiliki bentuk yang mirip dengan batik...
Dok. MI

Perlawanan dalam Berita Kehilangan

👤Pro/M-2 🕔Sabtu 24 Juli 2021, 07:05 WIB
PERJUANGAN tak kenal lelah dilakukan para keluarga korban atau penyintas kasus penghilangan...
Dok. MI

Berkomunikasi dengan Mereka yang Sukar Dipahami

👤Putri Rosmalia 🕔Sabtu 24 Juli 2021, 07:00 WIB
Secara garis besar,  buku ini berisi informasi praktis untuk berinteraksi dengan orang-orang berdasarkan pengelompokan warna...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengawasan Lemah karena Infrastruktur Terbatas

 Pasal 4 huruf j Permenkumham Nomor 6 Tahun 2013 menyebutkan tahanan dilarang memiliki, membawa, dan atau menggunakan alat elektronik

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya