Selasa 26 Januari 2021, 09:15 WIB

Hati-Hati, Konten Swafoto Bersama Primata Dianggap Membahayakan

Galih Agus Saputra | Weekend
Hati-Hati, Konten Swafoto Bersama Primata Dianggap Membahayakan

Unsplash/ Samuel Austin
Peneliti lembaga konservasi dunia menilai jika selfie bersama primata dapat meningkatkan permintaan terhadap hewan tersebut di pasar ilegal.

BISA berselfie dengan seperti simpanse dan orangutan bisa menjadi kebanggaan tersendiri. Dengan konten unggahan seperti itu orang bisa memberi kesan petualangan yang eksotis ataupun kesan berani.

Akan tetapi, hal seperti itu rupanya juga bisa menjadi tindakan berbahaya bagi upaya konservasi, terlebih ketika momen tersebut diabadikan dan diunggah di media sosial. Persoalan demikian akhir-akhir ini tengah menjadi sorotan ilmuwan hingga peneliti di Lembaga Internasional Konservasi Alam (IUCN). Lebih dari itu, mereka kini bahkan menawarkan pedoman baru terkait unggahan swafoto bersama primata di media sosial.

Sejumlah pengamat di IUCN khawatir bahwa unggahan foto demikian dapat memicu permintaan primata dan hewan liar lainnya di pasar ilegal. IUCN memperkirakan, dari 514 spesies primata yang ada di dunia, kini sekitar dua pertiganya sudah terancam punah, yang di sisi lain turut didorong perusakan alam, dan perubahan iklim.

Pakar Primata Durham University, Inggris, Sian Waters ialah yang mengusulkan pedoman tersebut kepada IUCN. Dalam amatannya, unggahan di media sosial juga memengaruhi keberlangsungan hidup monyet Barbary (macaca sylvanus).

“Kadang orang bertanya kepada, apakah kami bisa memelihara? Peningkatan jumlah orang yang bertanya ini terjadi setiap kali ada selebritas yang menggunakan kera Barbary sebagai alat peraga di fotonya. Orang mungkin berniat baik ketika mengunggah di media sosial, tapi masalahnya adalah bagaimana hal itu dipersepsikan, hingga akhirnya konteks berubah dengan sangat mudah di media sosial," kata Waters, seperti dilansir dari The Guardian, Minggu, (25/1).

Waters selanjutnya menjelaskan, foto primata bisa saja diunggah di media sosial. Akan tetapi pesannya harus tegas dan jelas, misalnya, 'Jangan Jadikan Primata sebagai Hewan Peliharaan'. Foto yang diunggah pun harus mendukung pesan, atau menggambarkan primata yang tengah disita dari orang-orang yang memeliharanya.

Humas IUCN, Shawn Sweeney menyambut baik usulan Waters. Menurutnya, IUCN sendiri beberapa dekade ini juga telah belajar banyak dari penelitian Primatolog, Jane Goodall. Terlebih di masa pandemi ini interaksi manusia dengan primata juga cukup berbahaya, mengingat virus tersebut juga dapat menyerang primata. "Jenis pencitraan ini mendukung gagasan bahwa tidak masalah melakukan interaksi fisik dengan simpanse dan primata lainnya," tutur Sweeney. (M-1)

Baca Juga

The Crown/Netflix

Netflix Dominasi Kategori Serial TV di Ajang Golden Globe

👤Fathurrozak 🕔Senin 01 Maret 2021, 13:36 WIB
Total dari 20 nominasi kategori televisi, Netflix membawa enam kemenangan piala Golden Globe...
Netflix

Tribute sang Istri untuk Chadwick Boseman

👤Bagus Pradana 🕔Senin 01 Maret 2021, 13:04 WIB
Boseman mendapat penghargaan aktor terbaik kategori film drama di Golden Globe...
AFP

Menangi Golden Globe, Jason Sudeikis Tolak Premis Aktor Terbaik

👤Bagus Pradana 🕔Senin 01 Maret 2021, 12:37 WIB
Piala Aktor Terbaik diraihnya lewat serial komedi Ted...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya