Rabu 20 Januari 2021, 14:00 WIB

Ini Bahayanya Pertengkaran Orangtua Saat Bercerai

Deden Muhammad Rojani | Weekend
Ini Bahayanya Pertengkaran Orangtua Saat Bercerai

Unsplash/ Kevin Gent
Pertengkaran orangtua dapat menimbulkan masalah kesehatan mental pada anak.

ORANGTUA yang memutuskan untuk bercerai harus benar-benar serius untuk menghindari pertengkaran. Penelitian telah menunjukkan bahwa pertengkaran orangtua berdampak nyata pada kesehatan mental anak. 

Dilansir Usnews.com, penelitian yang diterbitkan daring di jurnal Child Development menyebutkan jika pertengkaran orangtua saat bercerai membuat anak merasa takut ditelantarkan. "Kami menemukan bahwa paparan konflik menimbulkan ketakutan pada anak-anak bahwa mereka akan ditinggalkan oleh salah satu atau kedua orang tua," ungkap Karey O'Hara, asisten profesor riset psikologi di Arizona State University di Tempe, Amerika Serikat (AS).

Para responden dari anak-anak dengan rata-rata usia 12 tahun telah terdaftar dalam program paskaperceraian antara tahun 2012 dan 2015. Menurut O'Hara, anak-anak yang melaporkan rasa takut ditinggal orang tuanya lebih cenderung lebih banyak mengalami masalah kesehatan mental selama 11 bulan kemudian. Masalah seperti itu termasuk perasaan tertekan, perasaan cemas atau takut secara umum.

Dengan hasil itu O'Hara mengungkapkan jika terdapat kemungkinan bahwa meskipun orangtua telah baik dalam mengasuh anak, tetap tidak cukup untuk menghilangkan efek negatif dari konflik. Bagaimanapun, orangtua juga harus tetap menjaga hubungan baik meski harus berpisah. 

Penemuan ini mengejutkan Dr. Anne Glowinski, direktur pendidikan dan pelatihan psikiatri anak dan remaja di Sekolah Kedokteran Universitas Washington di St. Louis. Dia menilai temuan itu "sangat kuat," dan bahwa "hampir semua dampak negatif dari perceraian dapat dikaitkan dengan konflik mantan pasangan.

Glowinski mengatakan orangtua harus tahu bahwa menjadi orangtua yang baik setelah perceraian berarti mengurangi konflik. Orangtua disarankan mencari bantuan profesional jika mereka tidak dapat mengontrol dan mengurangi konflik sendiri. "Cara yang benar dan teruji untuk mengurangi konflik adalah praktik komunikasi tanpa kekerasan," tutupnya. (M-1)

Baca Juga

thehoneycombers.com

Menelusuri Jejak Imigran Pulau Hainan di Kedai Kopi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 03 Maret 2021, 23:55 WIB
Banyak makanan terkenal di Singapura yang dibuat oleh orang-orang Hainan dengan sentuhan Eropa serta...
Youtube The Pokemon Company.

Siap-siap Gim Pokemon Baru Segera Dirilis

👤Putri Rosmalia 🕔Rabu 03 Maret 2021, 15:05 WIB
Rencananya, gim itu akan dirilis April...
www.Frontiers.org

Tiga Spesies Hiu Bercahaya Ditemukan di Laut dalam Selandia Baru

👤Bagus Pradana 🕔Rabu 03 Maret 2021, 14:00 WIB
Para peneliti mengungkapkan kemampuan bioluminesensi dari tiga spesies hiu ini berasal dari ribuan photophores (sel penghasil cahaya) yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya