Rabu 20 Januari 2021, 12:30 WIB

Benarkah Ada Fosil Dinosaurus di Bulan?

Bagus Pradana | Weekend
Benarkah Ada Fosil Dinosaurus di Bulan?

Unsplash/ Nasa
Saat asteroid menabrak bumi jutaan tahun lalu, dipercayai sejumlah jasad dinosaurus terlempar ke ruang angkasa dan terdampar di bulan.

TELAH lama para ahli mempercayai teori tentang tabrakan asteroid yang meluluh-lantahkan kehidupan di bumi jutaan tahun yang lalu. Mereka juga memiliki dugaan kuat bahwa tabrakan dasyat tersebut terjadi di tempat yang kini disebut sebagai Semenanjung Yucatán, Meksiko.

Narasi tentang tabrakan dasyat tersebut dituliskan dengan cukup detail oleh Peter Brannen, seorang jurnalis sains dalam bukunya yang berjudul 'The End of the World'  (2017). Ia menggambarkan asteroid tersebut memiliki ukuran lebih besar dari Gunung Everest dan menghantam ke atmosfer Bumi 20 kali lebih cepat daripada peluru yang melaju kencang.

Brannen kini membahas lebih jauh tentang tabrakan dahsyat tersebut. "Asteroid ini sangat cepat sehingga bisa menempuh jarak dari ketinggian jelajah (altitute) 747 km ke tanah dalam 0,3 detik,'' papar Brannen seperti dilansir oleh dailymail.co.uk, Selasa (19/1). 

Dalam buku tersebut terdapat juga sebuah komentar yang cukup kontroversial dari ahli geofisika Mario Rebolledo yang berdinas di Centro de Investigación Científica de Yucatán. Ia menyatakan bahwa saat terjadi tabrakan, atmosfer Bumi berlubang dan kemungkinan ada beberapa volume (isi) Bumi yang terlempar ke luar angkasa.

"Saat asteroid bertabrakan dengan bumi, batu itu melubangi atmosfer Bumi," jelas Brannen merujuk pada analisis  Mario Rebolledo, seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Selasa (19/1). "Ada beberapa volume bumi yang cukup besar terlempar ke orbit beberapa saat  setelah tumbukan," imbuhnya.

Melalui lubang atmosfer tersebut Rebolledo mengklaim bahwa cukup banyak serpihan relik dan fosil dinosaurus terhisap ke luar angkasa dan terdampar di bulan. Meskipun tidak ada bukti yang mendukung klaim dalam buku tersebut, namun para ilmuwan cukup bersepakat dengan tesis mengenai tabrakan asteroid yang mengakhiri zaman dinosaurus di Bumi.

Asteroid itu meninggalkan kawah selebar 120 mil (193 km) di lokasi jatuhnya, menguapkan batu serta mengirimkan miliaran ton belerang dan karbon dioksida ke langit prasejarah. Konon semua makhluk hidup dalam jarak ratusan kilometer dari lokasi tumbukan tersebut akan terbakar dalam beberapa menit. Sebanyak 75% spesies di Buni mati, lantaran tak kuat dengan hujan asam yang terjadi. (M-1)

Baca Juga

thehoneycombers.com

Menelusuri Jejak Imigran Pulau Hainan di Kedai Kopi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 03 Maret 2021, 23:55 WIB
Banyak makanan terkenal di Singapura yang dibuat oleh orang-orang Hainan dengan sentuhan Eropa serta...
Youtube The Pokemon Company.

Siap-siap Gim Pokemon Baru Segera Dirilis

👤Putri Rosmalia 🕔Rabu 03 Maret 2021, 15:05 WIB
Rencananya, gim itu akan dirilis April...
www.Frontiers.org

Tiga Spesies Hiu Bercahaya Ditemukan di Laut dalam Selandia Baru

👤Bagus Pradana 🕔Rabu 03 Maret 2021, 14:00 WIB
Para peneliti mengungkapkan kemampuan bioluminesensi dari tiga spesies hiu ini berasal dari ribuan photophores (sel penghasil cahaya) yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya