Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ACEH tidak pernah kekurangan sosok-sosok perempuan pejuang dan pemimpin. Kini, jauh setelah era Cut Nyak Dien, kisah yang juga menggetarkan ada di para perempuan Aceh di Lembaga Pelindung Hutan Kampung Mpu Uteun.
Dirintis dan diketuai Sumini, lembaga itu berjuang melindungi hutan dengan menghalau para perambah dan pemburu liar. Untuk melakukannya, para perempuan itu berpatroli dengan berjalan kaki menyusuri 251 hektare lebat dan curamnya hutan lindung di kawasan kampung mereka.
Langkah amat berani itu bermula dari kemarah an Sumini akan banjir yang semakin parah menerjang kampungnya. Dalam banjir, ia juga kerap melihat banyak gelondongan kayu terbawa hingga menyebabkan kerusakan parah.
Setelah berkali-kali mendesak sang suami, ia pun diperlihatkan kawasan hutan yang rusak parah. Hal itu membangkitkan kemarahan Sumini akan kaum pria yang terus merusak hutan tanpa peduli petaka di kampung. Maka dari itu, pada 2015, setelah laporannya tidak di gubris aparat, Sumini memutuskan bahwa perempuanlah yang harus berjuang untuk keselamatan kampung mereka.
Sumini pun mulai mengajak perempuan lainnya untuk melawan para perambah dan pemburu dengan berpatroli di hutan. Meski awalnya diejek para kaum pria, nyatanya banyak pula para ibu yang tergerak bergabung dengannya.
Bahkan, para istri dari para perambah dan pemburu pun ambil bagian karena merasa jengah dengan dosa lingkungan yang terus dilakukan suami mereka. Kini, telah 30 orang bergabung dalam kelompok mereka, termasuk beberapa bapak dan anak muda yang akhirnya sadar akan ancaman bencana yang lebih besar.
Sumini membagi kelompoknya menjadi dua regu dan menjalankan total 10 hari patroli dalam sebulan. Selama berpatroli, mereka menyingkirkan jebakan-jebakan yang dipasang pemburu, mencatat spesies-spesies yang ada di hutan, dan melaporkan aktivitas ilegal ke aparat. Tidak hanya menjaga hutan, mereka juga menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS) Wih Gile yang menjadi sumber mata air untuk enam desa tetangganya. (M-1)
Program Studi Ilmu Komunikasi UniversitasDian Nusantara (Undira) menggelar pameran fotografi bertajuk Kreativitas Tanpa Batas dalam Lensa .
Kekayaan budaya Indonesia kembali diperkenalkan ke publik melalui medium fotografi dalam ajang vivo Imagine Awards 2025.
VIVO resmi merilis ponsel flagship teranyar mereka di tanah Air, adalah Vivo X300 dan X300 Pro. Lewat ponsel itu, vivo menghadirkan loncatan besar dalam inovasi teknologi kamera,
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan aktivitas fotografi di ruang publik, tidak dikenai biaya.
Pameran Fotografi Indonesia 80 Tahun Keberagaman, Potret Bangsa dalam Lensa
DALAM rangka memperingati 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Komunitas Negeri Elok menghadirkan pameran fotografi “80 Tahun Keberagaman”.
Polda Riau mengungkap kasus dugaan pelanggaran konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem di Kabupaten Bengkalis.
Studi terbaru ungkap hutan hujan Australia tak lagi jadi penyerap karbon. Suhu tinggi dan kekeringan membuat hutan justru melepaskan CO2 ke atmosfer.
Regenesis juga menegaskan keselarasan APP Group dengan Rencana Aksi Strategis Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) 2025-2045 yang diluncurkan pemerintah
KETUA Delegasi RI untuk COP29, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto telah menyetujui reboisasi atau penghijauan kembali besar-besaran.
PT Eigerindo MPI, distributor brand EIGER Adventure, berkolaborasi dengan Yayasan Wanadri untuk menanam dan merawat 10.000 bibit mangrove di Belitung
SEKRETARIS Jenderal KLHK Bambang Hendroyono mendorong pemerintah secara kolaboratif menciptakan kebijakan yang mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved