Selasa 24 November 2020, 08:10 WIB

Ayo Kenali Ragam Kain Tradisional Nusantara

Galih Agus Saputra | Weekend
Ayo Kenali Ragam Kain Tradisional Nusantara

MI/Dede Susianti
Festival Wastra Nusantara di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Istana Bogor, tahun lalu.

WASTRA ialah salah satu produk kebudayaan yang selama ini telah menjadi kekayaan bangsa Indonesia dan dikenal dunia. Tak hanya memiliki nilai dan filosofi di dalamnya, kain tradisional Nusantara itu, juga telah menjadi bagian dari berbagai ritual atau upacara, dan mengenal beragam teknik pembuatan seturut dengan sejarah, bahan, pola atau motif di dalamnya.

Seluk-beluk wastra itu kini kembali diperkenalkan oleh Museum Tekstil Jakarta. Pengenalan dilakukan secara daring melalui akun Instagram Unit Pengelola Museum Seni Jakarta, @museum_senijkt. Adapun proses pengenalan dikemas dengan tajuk Wawasan Wastra Nusantara (Wawastara).  Unggahan pertamanya dilakukan satu hari setelah Hari Batik Nasional, Jumat, 2 Oktober silam.

Museum Seni Jakarta hingga saat ini sudah mengunggah belasan konten wastra Nusantara. Beberapa di antaranya Batik Bang-bangan Lasem, Batik Lokcan, Wastra Penutup Dada, Merak Ngibing, Selendang Pelangi, Wastra Martapura, hingga Selendang Gobah, dan yang terbaru ada Wastra Kling, serta Wastra Ija Duablah Hah.

Sebagaimana diinformasikan Museum Seni Jakarta, Wastra Ija Duablah Hah ialah wastra kebanggaan masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam. Kain tradisional  ini lahir berkat keterampilan menenun sutera yang sudah lama dikenal secara turun temurun di sana.

"Hah adalah ukuran yaitu satu hasta (dari siku sampai ujung jari), sedangkan duablah adalah angka 12. Wastra yang panjangnya 12 hasta ini pada masa kini terutama dipakai oleh pengantin-pengantin perempuan Aceh. Ija Lapan Hah (8 hasta) sudah tidak dibuat sejak jauh sebelum perang dunia ke 2," tulis Museum Seni Jakarta, dalam unggahan tersebut.

Tak kalah menarik, beberapa unggahan itu juga disertai dokumentasi fisik wastra yang didapat dari hasil sumbangan para pecinta wastra. Seperti dalam unggahan Wastra Kling, misalnya, Museum Seni Jakarta memperlihatkan sumbangan dari Prof. DR. Ida Bagus Mantra yang berukuran 130x115 cm. Wastra tersebut berasal dari Nusa Peninda, Bali.

"Wastra Kling pada dasarnya adalah selembar kain berwarna kuning dengan garis hijau atau kadang merah di seluruh permukaannya, membentuk pola pelekat yang halus. Wastra Kling dipakai oleh gadis muda dan perempuan dewasa Bali sebagai rok sepanjang pergelangan kaki pada upacara adat," tulis akun yang kini sudah diikuti lebih dari 2500 pengguna.(M-4)

Baca Juga

Netflix

Ozark dan The Crown Bawa Netflix Dominasi Critic's Choice Award

👤Irana 🕔Selasa 19 Januari 2021, 16:13 WIB
Critic's Choice Award 2021 akan dihelat pada 7 Maret...
FACEBOOK / AFP

Para Aktivis ini Dinominasikan Raih Penghargaan HAM

👤Adiyanto 🕔Selasa 19 Januari 2021, 11:00 WIB
Salah satu nominator acara yang akan dihelat 11 Februari ini adalah aktivis perempuan Saudi, Loujain...
Sam YEH / AFP

Ilmuwan Berhasil Menyembuhkan Tikus yang Alami Kelumpuhan

👤Deden Ronjani 🕔Selasa 19 Januari 2021, 08:00 WIB
Terapi gen hanya untuk beberapa sel saraf dapat merangsang regenerasi aksonal berbagai sel saraf di otak dan beberapa saluran motorik di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya