Minggu 25 Oktober 2020, 01:50 WIB

Cari Mantu dalam Tradisi Betawi

Yahya Andi Saputra | Weekend
Cari Mantu dalam Tradisi Betawi

Dok. Yahya Andi Saputra

“CARI mantu itu susah-susah gampang,” begitu celetuk Bu Fatma kepada Bu Joince sepulang kondangan.

“Iya, kuatir rumah tangga anak kita cepet bubar,” timpal Bu Joice.

“Riwayat perkawinan selebritas dan angka cerai bikin riweh. Kita orangtua jadi makin waswas,” lanjut Bu Fatma.

Bu Joice manggut sambil nyengir.

Begitulah bincang dua ibu tentang repotnya mencari menantu. Dalam tradisi masyarakat Betawi, ada strategi khusus dalam menjaring calon menantu. Keluarga atau membentuk sebuah keluarga sebagai suami-istri bukanlah suatu yang diselenggarakan secara mendadak. Semuanya melalui proses panjang.

Pada masyarakat Betawi, untuk sampai pada tahap berume-rume (berkeluarga) dikenal istilah ngedelengin, yaitu upaya mencari atau menemukan kesamaan misi dan visi antara seorang lelaki dan seorang perempuan dalam rangka membina rumah tangga.

Ada dua cara ngedelengin. Pertama, ngintip dan kedua menyewa jasa mak comblang. Ngintip adalah proses ngedelengin yang dilakukan sendiri oleh sang jejaka. Dalam hal ini sang jejaka berupaya mencari dan menemukan gadis pilihannya. Jika jejak sudah merasa mantap dengan sang gadis pilihan, ia segera mengutarakan langsung tentang keinginan itu kepada kedua orangtuanya untuk segera mengikat sang gadis. Akan tetapi, jika upaya mengintip tidak berhasil, orangtua si jejaka meminta bantuan mak comblang.


Mak comblang

Mak comblang (selanjutnya ditulis MC) adalah orang pinter dalam arti yang sebenarnya. Ia pandai melobi dan pandai menjual ‘dagangannya’. Orangtua si jejaka yang sudah merasa khawatir dengan masa depan putranya akan segera menghubungi MC. MC bertugas mencari calon mantu atau istilah betawinya, none calon mantu. Jika calon telah ditemukan, si jejaka akan diajak musyawarah untuk berumah tangga  sebelum ketelanjuran disebut jejake tue atawa bujang lapuk.

Siapa saja dapat menjadi MC. Tapi sesuai dengan sebutannya, yakni MC, maka dia perempuan yang telah berumur dan memiliki kelihaian dalam menangkap mana sasaran yang benar-benar cocok dengan pesanan. Ia punya akses luas, apa yang dikemukakannya valid, bahkan 97% akurat. Ia punya database keluarga mana saja yang memiliki perawan dan siapa saja yang punya pengaruh di dalam keluarga itu.

Setiap keluarga yang dikunjunginya berkaitan dengan profesinya, yakni mencari sasaran anak perawan yang akan ‘ditangkap’ sehingga keluarga yang dikunjungi akan mendandani gadisnya. Banyak trik menampilkan anak gadis ke hadapan MC, misalnya mengeluarkan pengetean. Setelah si gadis masuk, biasanya orangtuanya bercerita panjang lebar tentang kelebihan dan kebaikan anak gadisnya dengan bahasa kiasan seperti ini.

“Mpok kali aje ude denger kate orang, anak aye tu perawan nyang baek. Itu kan kate orang. Saye kendiri nyang jadi emaknye, suka takut, kuatir. Biar die ude bise bikin sayur asem ame sambel go wang, tapi tamat Qurannye baru tige kali. Sekirenye kedatengan Mpok emang ade penuju, biar kate ni ati senengnye, kuatirnye masing gede buat ngelepas anak kite. Maklum, takut ngecewain….”

MC yang sedang bertugas dibekali syarat atau pesan sponsor dalam mencari calon mantu. Syarat utama dan tidak bisa diabaikan ialah ketaatan beribadah dan kemampuan mengurus rumah. Umumnya bibit, bebet, bobot, itu bisa dilihat dari kebiasaan si gadis sejak dari rumah orangtuanya. Oleh karena itu, obrolan antara MC dan keluarga calon berkisar pada pengaruh agama Islam dalam kehidupan sehari-hari si gadis.

Seperti di sebut di atas, ngedelengin bisa dilakukan siapa saja, termasuk si jejaka sendiri. Pada sebuah keriaan atau pesta perkawinan biasanya ada malem mangkat. Keriaan seperti ini memang selalu melibatkan pertisipasi pemuda. Maka anak-anak muda (putra-putri) memanfaatkannya sebagai sarana bertemu dan saling kenalan di antara mereka. Di sinilah para jejaka menyeleksi siapa yang disukainya dan begitu pula sebaliknya. Jika seorang pemuda tertarik pada seorang gadis, sementara si gadis tidak memperlihatkan reaksi positif, maka sepulang dari keriaan itu si pemuda mencurahkan isi hati kepada orangtuanya. Orangtuanya kemudian mengutus MC untuk ngedelengin sambil mengadakan pendekatan dengan berbagai cara.

Sejak MC menerima tugas, maka saat itulah sebenarnya dimulai acare ngedelengin yang sesungguhnya. MC mulai berkunjung ke rumah keluarga yang menjadi sasaran. Biasanya MC akan diterima oleh ibu si gadis. Obrolan di antara mereka tidak to the point, kecuali jika antara MC dan ibu si gadis sudah kenal dekat. Jika MC mendapat isyarat bahwa pembicaraan sudah mengarah ke jalurnya sebenarnya, dengan sendirinya obrolan akan mengarah pada maksud dan tujuan utama.

“Ngomong-ngomong, mane sih anak ayam kite?” Begitu biasanya MC memulai memfokuskan pembicaraan. Sesuai adat Betawi, dengan pertanyaan MC itu, ibu si gadis wajib memanggil putrinya untuk menemui MC. Pertanyaan MC sebagai pertanda bahwa gadis yang jadi bahan pembicaraan sudah masuk nominasi. Gadis ini bisa dicalonkan sebagai menantu dari orang yang memberinya tugas. Walaupun mungkin MC masih memiliki calon lain, ia wajib memberikan uang sembe (disebutnya uang sembe ngedelengin di dalam angpau) langsung kepada gadis yang ada di hadapannya. Uang sembe ini memang sudah disiapkan oleh orang yang menugaskannya. Walaupun dengan malu-malu, uang sembe diterima si gadis sambil mencium tangan MC.

Uang sembe sifatnya tidak mengikat. Uang itu utamanya sebagai tanda perkenalan dan silaturahim saja. Uang sembe ini akan terus diberikan MC kepada si gadis setiap datang. Ini berlangsung terus sampai tercapainya kesepakatan untuk meningkatkannya dari ngedelengin ke acare ngelamar.

Jika karena sesuatu dan lain hal pihak keluarga lelaki (identitasnya selalu dirahasiakan) tidak sependapat dengan tawaran MC, pada kedatangan yang kedua MC wajib menyatakan pembatalan dengan segala kemampuannya sehingga tidak mengecewakan pihak si gadis. Oleh karena persoalan hati nurani seperti inilah maka pekerjaan MC bukanlah sebuah profesi yang mudah dan ringan. Ia justru memerlukan keahlian khusus, terutama keahlian meracik kalimat menjadi enak didengar dan mampu memberi pengertian sekaligus menghipnotis lawan bicaranya. Sesungguhnya, MC memang orang yang dihormati oleh masyarakat Betawi.

Dalam ngedelengin bukan tidak mungkin terjadi dua atau tiga MC yang datang untuk seorang gadis yang sama. Jika ini terjadi, tiap MC punya kesempatan sama untuk mencoba merebut hati si gadis maupun orangtuanya. Kompetitif sekali sifatnya dan memang begitu seharusnya. Jadi serorang gadis akan banyak sekali menerima uang sembe ngedelengin karena uang itu tidak mengikat.

Dalam situasi begitu peran MC sangat strategis. Dia akan berupaya mengarahkan pilihan orangtua si gadis dengan mengekspos kelebihan dan keunggulan pemuda dan keluarga yang diwakilinya. Dari kompetisi itu akhirnya hanya ada satu yang diterima. Adapun bagi MC yang calonnya ditolak harus berlapang dada dan tidak berusaha dengan menggunakan black magic. Pokoknya tidak ada pihak yang merasa dihina dan disakiti atau dipermalukan. Ini persaingan sportif.

MC yang diterima akan meningkatkan kegiatannya dan keluarga yang mengutusnya meningkatkan pula suplai kebutuhan  percomblangan itu. Sang jejaka pun sudah berani datang untuk ngelancong (berkunjung). Ngelancong pertama kali biasanya si jejaka ditemani oleh temannya karena ia belum berani datang sendiri.

Dalam ngelancong, si jejaka tidak bertemu secara langsung dengan gadis demenannya (pujaannya). Ia disambut oleh ayah si gadis dan di antara keduanya terjadi pembicaraan yang sifatnya saling menjajaki. Jika si jejaka ingin menyapa atau berbicara, pembicaraan dapat dilakukan melalui jendela intip atau jendela jejaka. Jendela ini memang selalu ada pada rumah-rumah Betawi asli. Jika sampai waktu penentuan ngelamar, MC akan menjadi juru bicara perihal kapan dan apa saja yang akan jadi bawaan ngelamar. Sampai di sini dimusyawarahkan untuk menyelenggarakan acara lamaran.

Anda sukar mencari menantu idaman? Hubungi mak comblang!  (M-4)
 

Baca Juga

Screenshot

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Ko-Produksi Film Dokumenter

👤Fathurrozak 🕔Kamis 03 Desember 2020, 13:03 WIB
Sebelum berjalan lebih jauh dalam ko-produksi, dproduser harus terlebih dulu menyiapkan dokumen legalnya. Akan lebih baik jika memiliki...
zoom

Ini Cara Mengelola Bisnis yang Beretika

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 03 Desember 2020, 12:47 WIB
Menurut Andy Noya buku ini hadir tepat waktu. Ia optimis kalau nilai-nilai pemikiran yang ada di buku ini justru paling tepat yang bisa...
Dok. teamLab/Lonelyplanet

Taman Kuno ini Disulap jadi Arena Pameran Seni Instalasi Cahaya

👤Miweekend 🕔Kamis 03 Desember 2020, 12:00 WIB
Konsep dari proyek ini menunjukan bahwa teknologi digital-non material dapat mengubah alam menjadi medium seni tanpa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya