Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA lintasan zaman, narasi nasionalisme dalam medium film telah mengalami perubahan. Termasuk situasinya pada industri saat ini,. Pesan nasionalisme tidak lagi ditampilkan secara gamblang. Hal itu terungkap dalam diskusi virtual bertajuk Anak Muda Bicara Nasionalisme Melalui Film dan Konten, Rabu, (30/9).
Menurut EVP Produksi Film Negara (PFN), Erwin Arnada, film-film yang lahir pada masa setelah reformasi, agaknya kini lebih longgar dalam mengeksplorasi tema dan unsur kebangsaan dalam film. Para sineas seperti pada era pascakemerdekaan ketika film ditampilkan sebagai salah satu medium propaganda dengan ciri pesan nasionalisme yang ketat.
“Menariknya, nilai nasionalisme memang dikomunikasikan dengan cara yang berbeda. Tidak lagi menaruh simbol negara, kepahlawanan atau semboyan heroik, melainkan memasukkan unsur nasionalisme ke unsur yang bagaimana nantinya suatu film akan dikenal dan menjadi kebanggaan, baik di Indonesia maupun di internasional,” kata Erwin.
Hasil riset Saiful Mujani Reaseach & Consulting yang dirilis pada awal tahun, menyebutkan kecenderungan pasar menyukai film nasional semakin menguat. Terlebih pada kelompok usia muda (15- 22 tahun) yang mencapai persentase 67%. Sementara yang menonton film asing, 55%. Dalam angka persentase tersebut, 81% di antaranya setidaknya menonton satu film nasional, dan 51% menyaksikan setidaknya tiga film nasional di bioskop dalam setahun terakhir.
“Semua negara memiliki konsep national cinema. Atas dasar kebutuhan untuk mempresentasikan tentang kepercayaan, aksi, budaya, agama, dan filosofi hidup melalui akses yang sama, melalui budaya pop. Budaya pop menjadi medium yang masif dan mudah dicerna, dan keberlanjutan,” kata Erwin.
Namun, Erwin juga mencatat, para sineas juga mengalami keterbelahan untuk memaknai narasi nasionalisme dalam suatu film. Terlebih, perbedaan dalam pemaknaan kata nasionalisme itu sendiri. Oleh sebab itu, menurutnya kini narasi nasionalisme telah lebih bergeser menjadi unsur yang lebih subtil dalam layar.
“Dalam konteks sinema, mereka punya pendekatannya sendiri. Ada yang misalnya memasukkan simbol negara, ini kerap dilakukan oleh filmmaker Amerika. Misalnya ada bendera, perang. Ada juga yang diungkapkan dengan cara menjaga dari pengaruh bahasa asing. Ada juga yang menunjukkan nasionalisme lewat keindahan alam,” lanjut pria yang juga ikut terlibat sebagai penata skrip untuk film Sabar Ini Ujian (2020) itu. (M-4)
Seluruh inisiatif lembaga sepanjang satu tahun terakhir telah diselaraskan dengan 17 Program Prioritas Nasional.
Sebanyak 3.500 penonton tumplek di empat titik penyelenggaraan Soundrenaline “Sana Sini di Makassar”
Orangtua perlu memiliki informasi yang cukup dan memadai ketika ingin membagikan edukasi pada anak untuk menyikapi atau merespons kondisi-kondisi sosial politik yang sedang terjadi.
Dompet Dhuafa akan menggelar Sarasehan Tokoh Bangsa bertema “Merajut Kebersamaan, Mewujudkan Merdeka dari Kemiskinan”.
MK menolak lima gugatan yang diajukan sejumlah pemohon berkaitan dengan pengujian formil dan materiil UU TNI
selama ini lebih dari 50% lembaga di Indonesia sudah memberikan layanan menggunakan UU TPKS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved