Rabu 09 September 2020, 08:48 WIB

Demi Fesyen lebih Etis, Jamur jadi Bahan Pengganti Kulit

Bagus Pradana | Weekend
Demi Fesyen lebih Etis, Jamur jadi Bahan Pengganti Kulit

123RF
Jamur dapat menjadi bahan pengganti kulit sapi untuk produk fesyen.

Selain kaktus, ternyata kini jamur juga bisa menjadi bahan alternatif pengganti material kulit pada berbagai produk fesyen yang ramah lingkungan.

Kajian untuk mengembangkan jamur sebagai bahan pengganti kulit ini sedang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Wina, Austria. Para peneliti sedang meneliti potensi dari pengembangan jamur sebagai material alternatif pengganti kulit.

Profesor Alexander Bismarck, salah satu peneliti senior dari Universitas Wina, Austria yang juga turut andil dalam penelitian tersebut mengatakan bahwa jamur tidak kalah bersaing dari kulit asli.

Jika kulit asli dihasilkan dari kegiatan penyembelihan hewan yang bisa jadi menjadi penyumbang gas rumah kaca (khususnya metan) terbesar di dunia, maka jamur lebih ramah lingkungan.

"Di sinilah keunggulan jamur, seperti bahan kulit pada umumnya, jamur memiliki kekuatan yang baik, secara umum jamur juga netral terhadap CO2 dan dapat terurai secara hayati lebih cepat," ungkap Profesor Bismarck, seperti dilansir dari dailymail.com (8/9).

Jamur dapat diproduksi dengan mendaur ulang produk-produk sampingan pertanian yang berbiaya rendah seperti serbuk gergaji dan jerami sisa panen sebagai media untuk pertumbuhan miselium - benang jamur memanjang - yang akan tumbuh menjadi lembaran biomassa jamur yang siap dipanen dalam beberapa minggu.

"Jamur sebagai bahan mentah pengganti kulit memberikan alternatif yang hemat biaya, dan ramah lingkungan," papar  Profesor Bismarck.

"Banyaknya perusahaan yang memproduksi alternatif kulit berbasis biomassa jamur menunjukkan bahwa bahan baru ini akan memainkan peran penting dalam masa depan fesyen yang bertanggung jawab secara etis terhadap lingkungan hidup," sambungnya.

Industri fesyen adalah industri penyumbang pencemaran lingkungan terburuk kedua di dunia, setelah penyulingan minyak.

Hal ini memicu banyak pelaku usaha yang akhirnya mengembangkan berbagai material baru yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya adalah material kulit, kini banyak pelaku fesyen yang berusaha untuk menggantikan konsumsi kulit sapi, yang ternyata mulai dari produksi hingga pengolahan memiliki dampak  buruk terhadap lingkungan hidup.

"Kini banyak pelaku fesyen yang beralih ke kulit sintetis, atau dikenal sebagai 'kulit vegan' yang lebih baik untuk lingkungan," ungkap Profesor Bismarck.

"Jamur merupakan material alternatif yang potensial untuk dikembangkan sebagai pengganti kulit yang terbaik utamanya dalam hal keberlanjutan dan biaya," pungkasnya. (DailyMail/M-2) 

 

Baca Juga

Instagram Nimsdai

Capai Puncak K2 di Musim Dingin, 10 Sherpa Tulis Sejarah Dunia

👤Irana 🕔Minggu 17 Januari 2021, 09:44 WIB
Dalam dunia pendakian puncak-puncak dunia yang telah lama didominasi pendaki dan ekspedisi barat --yang mengandalkan Sherpa untuk...
Sumber: Boeing/National Geographic/Gulfnews/Graphic News/Tim Riset MI-NRC

Mengenal Sejarah dan Teknologi Black Box Pesawat

👤Sumber: Boeing/National Geographic/Gulfnews/Graphic News/Tim Riset MI-NRC 🕔Minggu 17 Januari 2021, 04:45 WIB
SEKITAR seminggu lalu, tepatnya Sabtu (9/1), pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 tujuan Pontianak jatuh di perairan...
MI/Tiyok

Berbagi Seru Main di Alam

👤Bagus Pradana 🕔Minggu 17 Januari 2021, 04:00 WIB
Bermain di alam bisa membantu kita belajar kreatif dan mencintai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya