Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI hanya dipisahkan Laut China Timur, kebudayaan Jepang dan Tiongkok memiliki banyak perbedaan, termasuk dalam kuliner.
Meski begitu, upaya memadukan kuliner Jepang dan Tiongkok juga sudah banyak dilakukan, terlebih dengan semakin banyaknya penggemar kedua masakan tersebut di berbagai belahan dunia.
Percampuran gaya kuliner Tiongkok dan Jepang juga disajikan restoran Twelve Chinese Dining yang berada di bawah Okuzono Hospitality Group. Restoran yang berada di Menteng, Jakarta, itu khusus mengambil kiblat ke Yokohama, yang memang sering disebut sebagai miniatur
Tiongkok di Jepang.
Twelve yang menggelar soft opening pada 2 Juli lalu pun memboyong Head Chefnya Daisuke Kamata dari Yokohama untuk menyajikan rasa makanan fusi Tiongkok yang khas. Nama Twelve diambil dari mitologi 12 shio.
Anda dapat melihat ornamen khas Tiongkok langsung begitu masuk ke lounge restoran. Patung besar dan lukisan dua belas shio yang tersebar di seluruh penjuru ruangan yang memiliki dua lantai ini ditambah dengan kubikel-kubikel di lantai mezanine.
Area makan juga dibuat begitu megah dan beratap tinggi serta tampak seperti kastil kecil dengan beberapa meja makan berada di menara dengan level lantai yang lebih tinggi. Namun, mungkin bagi Anda yang lebih menyukai ruang makan yang terang benderang, akan lebih baik
memilih kubikel di lantai mezanine yang langsung beratapkan kaca bening.
Bumbu ringan
Makanan Tiongkok umumnya sangat pekat bumbu dan rasa yang kuat, baik untuk pedas, gurih, asam, maupun manisnya. Tidak ada rasa yang mengambang dalam masakan Tiongkok. Namun, karena yang disajikan di resto ini berkiblat pada makanan Jepang, bumbu yang digunakan lebih ringan, termasuk rasa pedasnya.
Media Indonesia berkesempatan mencoba beberapa sajian mereka, antara lain mapo nasu, ebi chili, dan drooling chicken. Mapo nasu berupa mi Sichuan klasik ala Jepang, direbus dan disajikan terpisah tawar dari bumbunya siramnya.
Mi yang dipakai yaitu mi somen (mi gandum tipis), berwarna putih, memiliki tekstur lebih tipis dari spageti, tapi tidak bening seperti mi soun, dan sangat lembut. Jika biasanya mapo hadir dalam bentuk hidangan tahu, kali ini mi Sichuan digabungkan olahan irisan terung yang lembut, dimasak dengan daging cincang pedas dan berminyak, diaduk dengan saus berbasis kacang yang agak kental.
Meskipun diklaim pedas, aslinya sama sekali tidak ada rasa pedas yang keluar. Sajian dengan daging dan bumbu kacang yang berlimpah ini dilengkapi pula dengan terong yang diolah menjadi sangat lembut, tidak terasa pahit ataupun sepat. Sebagai hidangan tengah, porsi sajian ini juga cukup untuk berbagi dengan kawan dan keluarga.
Sajian selanjutnya ialah ebi chilli, berupa udang digoreng dengan adonan tepung yang cukup tebal dan menjadikannya lapis kulit yang lembut. Kemudian, udang tepung ini dibalur dengan saus asam manis yang berisi cincangan halus kacang almond.
Racikan ini menghadirkan sebuah saus asam manis dengan aroma kacang dan tekstur bulir cacahannya. Jika dibandingkan dengan mapo nasu, ebi chili lebih terasa pedasnya.
Sajian khas mereka yang lainnya ialah drooling chicken, berupa ayam rebus yang direbus lama dengan teknik sous-vide. Teknik ini ialah memasukkan ayam dalam plastik kedap dan dibumbui dengan konbu/rumput laut. Ayam lalu direndam dalam air di suhu tertentu.
Cara masak yang tanpa digoreng ataupun pembakaran membuat hidangan ini juga bisa dikategorikan makanan sehat. Daging ayam yang disajikan merupakan bagian kaya daging, yaitu dada yang dilengkapi dengan saus celupan berupa campuran kecap asin, minyak cabai, jahe, dan wijen. Kondimen yang tidak disiramkan ini membuat aroma daging ayam dan rumput laut masih terasa dan tidak tercampur saus. Selain itu, yang memang mencirikan makanan Tiongkok, sejak memasuki restoran, Anda juga akan langsung melihat daging-daging bebek yang digantung untuk diolah menjadi masakan.
Salah satu sajian unik khas fusi TiongkokJepang ialah menu pecking duck dengan saus wasabi mayo. Wasabi mayonya memberi rasa hangat, tanpa ada sengatan seperti wasabi umumnya.
Adaptasi kenormalan baru
Sebagaimana resto lainnya di Jakarta yang telah melayani makan di tempat, begitu juga di Twelve.
Namun, dengan kebijakan kapasitas tamu hanya 50%, Anda sebaiknya melakukan reservasi terlebih dahulu melalui link yang ada pada Instagram @twelvejkt atau https://book.chope.co/booking?rid=twelvechines edining2007jkt&source=rest_instagram.twelvechinesedining.
Saat datang, pengunjung akan diminta berdiri di depan layar pengukur suhu badan. Sebagai adaptasi di penataan meja, Twelve mengatur meja makannya terkotak-kotak membentuk persegi enam, memberi ruang yang lebih privat bagi tamu yang makan bersama keluarga, kolega, ataupun pasangan.
Ada ruang yang lebih terpisah juga seperti di dua pagoda di tengah ruang makan, lalu dua ruang di lantai mezanine yang saling berseberangan, dan ruangruang meeting di lantai dua. Restoran ini buka setiap hari pukul 11.00-15.00 dan 17.00-21.00 WIB dengan kocek yang Anda keluarkan sekitar Rp250 ribu-400 ribu untuk sekali makan. (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved