Minggu 09 Agustus 2020, 01:50 WIB

Bertualang Menjadi Detektif Cilik

Galih Agus Saputra | Weekend
Bertualang Menjadi Detektif Cilik

MI/Seno

 

SOBAT Medi, apakah gemar bermain teka-teki atau tebaktebakan? Permainan ini memang seru karena melatih daya kreatif kita.

Nah, jika kalian ingin bermain teka-teki yang lebih seru lagi, saatnya kalian mencoba bermain menjadi detektif. Jika pernah membaca cerita detektif, kalian pasti tahu jika jalan ceritanya berisi kasus yang harus dipecahkan sang detektif. Misteri kasus itu ialah bentuk rangkaian teka-teki.

Keseruan bermain teka-teki yang dikemas dalam cerita detektif itulah yang ada di kegiatan Main Bareng Klub Detektif Junior yang diadakan Penerbit Kido, Penerbit KPG, dan Rimba Baca, Sabtu (25/7).

Tema yang ditampilkan kali ini ialah Kasus Dongeng yang Hilang: Bantu Namira Memecahkan Teka-Teki dengan Kreativitas dan Kecerdasanmu. Dalam kegiatan main bareng ini teman-teman kita yang berusia 8-12 tahun diberi kesempatan untuk menjadi detektif cilik sekaligus membantu sang tokoh, Namira, untuk memecahkan kasusnya.

Asyiknya lagi, permainan ini dilakukan secara virtual melalui aplikasi konferensi. Dengan begitu, teman-teman tetap bermain dari rumah sehingga protokol kesehatan terjaga.

Oh iya, kisah Namira yang diangkat dalam permainan ini diambil dari buku Creepy Case Club lo sobat Medi. Buku serial itu ditulis Kak Rizal Iwan. Ia juga yang dalam Main Bareng Klub Detektif Junior memandu pertualangan teman-teman kita bersama Namira.

Selama bermain, teman-teman kita juga harus mengikuti sejumlah peraturan. Peraturan itu dibuat agar tidak mengganggu konsentrasi teman-teman lain sesama peserta. Salah satu peraturan di dalamnya, kalau ada anak yang mau bertanya atau menjawab teka-teki, syaratnya harus mengangkat tangan terlebih dahulu atau memberi tahu salah satu panitia. Nanti kakak-kakak panitia akan menunjuknya, kemudian dipersilakan untuk berbicara atau mencatat jawaban teman-teman.

“Boleh menyalakan video dan audio. Tapi jangan berisik, ya” imbuh salah satu teman kita, Rezvan Argani, saat membacakan salah satu peraturan yang dibuat kakak panitia.

Teman-teman yang ikut bermain pun tampak penasaran dan sudah tidak sabar ingin memecahkan kasus. Salah satu teman kita yang jadi peserta saat itu, Gili Riwara, mengaku sudah lama menyukai permainan detektif. Sebab itu, ia juga memiliki beberapa buku cerita detektif. “Aku belum menjawab, tapi aku punya bukunya,” kata teman kita itu, sebelum mulai permainan.


Pertualangan Namira

Lantas, bagaimana dengan awal mula kisah pertualangan Namira kali ini, ya, sobat Medi?

Kak Rizal menceritakan pertualangan Namira dimulai dari rumah. Liburan sekolah kali ini, Namira tidak bisa kemana-mana, padahal dia sudah kangen bermain bersama Vedi dan Jani.

“Ah, daripada bosan, aku mau baca buku saja deh hari ini,” kata Kak Rizal, menirukan suara Namira.

Setelah itu, Namira kemudian mencari buku dongeng kesayangannya. Namun, buku itu tidak ia temukan di rak bukunya. Sebagai gantinya, Namira menemukan secarik kertas.

“Dongengmu akan kau temukan, kalau kau cermat ikuti jejaknya. Bila dongengmu sudah di tangan, kuberi tahu pertualanganmu selanjutnya,” begitulah isi pesan di dalam kertas tersebut.

Kata Kak Rizal, Namira kemudian semakin penasaran dengan pesan tersebut. Setelah itu, ia melihat sekeliling kamar dan melihat ada perubahan. Teman-teman kita yang ikut dalam permainan tersebut harus membantu Namira untuk menemukan perubahan di dalam kamar dalam 2 menit agar cerita terus berlanjut.

Pada kesempatan ini, teman kita, Rhea Kiana, berhasil menemukan perubahan paling banyak di kamar Namira lo sobat Medi. Teman kita yang menge nakan jilbab berwarna hitam itu kemudian mendapatkan skor 10 di tantangan pertama.

Selain Rhea, ada juga teman-teman lain yang ikut berhasil memecahkan teka-teki di tantangan-tantangan selanjutnya. Mereka ialah Btari Gaia, Athaya Eksalan, Alamaiza Pelangi, serta Lectio D. Mereka ini pula yang kemudian mendapatkan skor untuk ditukarkan dengan buku karya Kak Rizal.

Kisah Namira pada kesempatan ini berakhir dengan ditemukannya buku dongeng kesayangannya. Ia berdiri di bawah pohon dan semakin penasaran dengan kisah selanjutnya.

“Iya, inilah petunjuk pertualangan di buku Creepy Case Club yang keempat” seru Kak Rizal. 

Sobat Medi di rumah juga bisa mengikuti pertualangan ini lo. Caranya mudah sekali, yaitu dengan melihatnya di kanal Youtube Penerbit KPG atau dengan mengakses info pertunjukan selanjutnya di akun Instagram @creepycaseclub. (M-1)

 

Baca Juga

MI/Tiyok

Jon Bodo: Tausiyah di Masjid

👤Tiyok 🕔Minggu 05 Februari 2023, 05:35 WIB
WUIIIH..rapi banget pake baju kokok segala, mau kemana...
DOK FARIS ALAUDIN

Ritual Mengawinkan Tembakau di Lereng Sindoro

👤Erwin Abdillah Faris Alaudin 🕔Minggu 05 Februari 2023, 05:25 WIB
WANGI aroma daun tembakau kering menyambut siapa pun yang memasuki jalan utama Desa Reco, di Lereng Gunung Sindoro,...
tengah: Sandi Saputra, Rivon Paino, Fakhry Muhammad Rosa bawah: Rohil Fidiawan Mokmin, Indriani Usman, Findriani Mahmud /MI/ADAM DWI

Findriani Mahmud dan Rivon Paino: Ketangguhan Perempuan Nelayan

👤Nas/M-1) 🕔Minggu 05 Februari 2023, 05:20 WIB
FILM dokumenter selanjutnya yang masuk lima besar Eagle Awards Documentary Competition (EADC) 2022 ialah Halimah dan Perahu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya