Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
SOLIPSISM menjadi album utuh ketiga bagi solois Pamungkas (Pamunqkas). Dalam ketiga albumnya, semuanya selalu dikerjakan dan diproduksi secara solo oleh dirinya.
Album ketiganya, Solipsism, berisi 11 trek dengan total durasi putar 44 menit. Album dibuka dengan Queens of the Heart dan nuansa synthesizer. Pada dasarnya, unsur elektronika ialah sesuatu yang lekat dengan Pam, seperti bisa disimak pada album debutnya, Walk the Talk (2018) dan Flying Solo (2019).
Solipsism lalu ditutup dengan trek Closure, yang secara dinamika komposisinya diintensikan pada tempo yang lebih lambat dengan aransemen piano, ditambah petikan gitar.
Dari ketiga album Pamungkas, trektrek di album Walk the Talk rasanya masihlah menjadi yang paling menonjol sejauh ini. Merujuk pada total putar di kanal dengar streaming Spotify, peringkat satu hingga lima terpopuler di kanalnya, diduduki One Only, Kenangan Manis, I Love You but I’m Letting Go, Monolog, dan Sorry.
Jika dirinci hingga 10 daftar terpopuler lagunya, hanya ada dua trek dari album kedua yang masuk, To the Bone nangkring di peringkat enam dan Flying Solo di urutan kesembilan. Sisanya masih dari album debut. Sementara itu, Deeper, yang ada di paket Solipsism menyodok ke
peringkat 10 populernya.
Meski kuat dengan bangunan utamanya yang berunsur elektronika, tetapi jika becermin dari daftar itu, yang tampaknya ‘disukai’ para pendengarnya ialah Pam dengan karya-karya yang cukup sentimental secara tema atau aransemen bernuansa melankolis.
Apakah Deeper cukup terdengar melankolis? Sebenarnya tidak demikian. Trek ini memiliki aransemen yang justru punya warna agak berbeda dari yang sebelumnya Pam kerjakan dengan intro gitar yang punya sedikit nuansa R&B. Intro dengan aransemen gitar yang menonjol ini juga muncul pada trek kedua, Intentions, meski dengan bentuk karakter yang lebih mengeluarkan distorsi dan gebukan drum yang tebal.
Jika berbicara mengenai tema dan warna yang melankolis untuk Solipsism, itu bisa ditemukan di trek ketiga sekaligus yang mengubah dinamika album setelah trek pertama dan kedua yang bertenaga. Be My Friend dengan bangunan komposisi kibor sebagai awalan lagu, menjadikan trek ini punya syarat untuk masuk ke daftar putar melankolis selanjutnya. Teman sejenis Be My Friend di album ini ialah trek penutup, Closure.
Be Okay Again Today juga bisa masuk ke kelompok itu, hanya berbeda komposisi, trek keenam ini dibangun dengan petikan gitar, tidak seperti kedua trek melankolis lain yang mengandalkan kibor meski Closure juga diimbuhi petikan gitar di dalamnya.
Elemen elektronik secara keutuhan album ini masih bisa berbicara. Namun, Pamungkas menonjolkannya pada trektrek tertentu. Seperti trek pembuka, Queen of the Heart, yang punya intro catchy. Higher Than Ever punya aransemen yang bisa mengajak berdansa. I Don’t Wanna Be Alone ini mengingatkan pada komposisi-komposisi milik Abel Tesfaye.
Lalu, apakah akan ada banyak trek yang akan menjadi kegemaran para pendengarnya seperti pada Walk the Talk? Deeper boleh jadi punya potensi atau bisa saja Closure menjadi favorit di Solipsism. Album ini dirilis pada Jumat (26/6). (Jek/M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved