Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
Lubang hidung kita ternyata dapat mendeteksi bau secara bebas tanpa kita sadari.
Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Laboratorium Negara untuk Ilmu Otak dan Kognitif di Beijing, Tiongkok berhasil mengungkapkan keunikan dari lubang hidung yang kita miliki. Selain lebih sensitif dari indra penglihatan maupun pendengaran ternyata hidung kita juga lebih independen dan sulit diatur saat mengeksplorasi bebauan.
Kita bahkan seringkali tidak bisa menyadari ketika ia bekerja membaui sesuatu.
Merujuk penelitian tersebut ternyata hidung kita ini dapat menangkap bebauan dari berbagai macam sumber, yang menurut salah satu peneliti dari Laboratorium Negara untuk Ilmu Otak dan Kognitif Beijing, Wen Zhou ia mampu bekerja dalam format 'stereo' atau menangkap bau dari lebih dari satu sumber.
"Otak manusia dapat dengan cepat membedakan perbedaan halus antara informasi-informasi yang di suplai oleh indra penglihatan maupun pendengaran, terutama untuk membangun pengalaman tiga dimensi dan menavigasi kita saat menjelajahi lingkungan sekitar," ungkap Wen Zhou seperti dilansir oleh dailymail (23/6).
"Tapi tahu kah anda bahwa ada yang spesial dengan indera penciuman kita, karena sebenarnya dia lah organ yang paling rutin menyuplai informasi untuk otak kita, dalam kondisi yang sering tidak kita sadari. Ia memiliki dua saluran yang terpisah, yang bekerja secara bersamaan, namun tidak tumpang tindih. Kedua saluran ini memiliki pembagian tugas yang jelas," imbuhnya.
Untuk membuktikan hipotesa tentang kemampuan hidung membaui bebauan yang 'stereo' ini, tim peneliti telah melaksanakan serangkaian eksperimentasi - yang melibatkan total 216 sukarelawan - di mana para sukarelawan ini diminta untuk menonton berbagai bidang gerak untuk menstimulasi titik-titik fokus yang mereka miliki, namun di saat bersamaan mereka akan dipaparkan aneka bebauan yang juga harus mereka tebak.
Dari percobaan itu para peneliti menemukan fakta unik bahwa ternyata konsentrasi para peserta pada bau lebih kuat dan konsisten daripada konsentrasi mereka pada benda yang bergerak (visual) - meskipun belum diketahui sisi hidung sebelah mana yang mampu membaui secara lebih kuat.
Temuan ini menunjukkan bahwa ternyata indera penciuman manusia memiliki keunikannya tersendiri. Ia adalah organ yang paling sering menavigasikan berbagai tampilan bebauan dalam 'format stereo' yang secara tidak langsung turut mempengaruhi berbagai macam kecenderungan dalam otak kita, yang seringkali tidak kita sadari.
Temuan lengkap dari studi ini juga dapat dibaca dalam Prosiding National Academy of Sciences. (M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved