Selasa 12 Mei 2020, 16:20 WIB

Astaga, di Planet Mars Ternyata Ada Gunung Api Aktif

Abdillah Marzuqi | Weekend
Astaga, di Planet Mars Ternyata Ada Gunung Api Aktif

AFP/NASA
Salah satu bagian planet Mars yang difoto oleh instruments NASA's Mars Reconnaissance Orbiter (MRO), Desember tahun lalu.

 

SELAMA  bertahun-tahun, para ilmuwan mengira Mars telah mati. Mereka menduga planet itu hanya hamparan debu, kering, tandus. Tidak ada suara selain deruan angin menderu. Namun, anggapan itu terbantahkan usai ditemukan bukti yang mengisyaratkan Mars masih aktif secara vulkanik dan geologis.

Bukti kimiawi itu berupa meteorit yang terbentuk dalam perut Mars. Artinya, konveksi magma di dalam mantel Mars.

Ilmuwan meneliti kristal olivin dalam meteorit Tissint yang jatuh ke bumi pada tahun 2011. Batuan itu hanya bisa terbentuk melalui perubahan suhu akibat pusaran dalam arus konveksi magma . Itu menunjukkan bahwa Mars aktif secara vulkanis ketika batu kristal terbentuk sekitar 574-582 juta tahun lalu.

"Sebelumnya, tidak ada bukti adanya arus konveksi di Mars. Tetapi pertanyaan apakah Mars masih merupakan planet yang aktif secara vulkanis? Sebelumnya pernah diselidiki menggunakan metode yang berbeda, "jelas ahli geologi planet dari University of Glasgow Nicola Mari sebagaimana dilansir sciencealert.com.

"Ini adalah studi pertama pada sampel Mars yang membuktikan adanya aktivitas dalam perut planet dari sudut pandang kimia murni," tambahnya.

Olivin adalah silikat besi magnesium. Batuan mulia itu terbentuk dari pengkristalan magma yang banyak terdapat di mantel bumi. Begitupun di Mars, olivin juga ditemukan di permukaan. Bahkan, olivin dianggap sebagai bukti kekeringan pada planet itu.

Mari dan tim peneliti meneliti kristal olivin dalam meteorit Tissint. Mereka melihat kristal-kristal memiliki pita kaya fosfor dengan jarak tidak beraturan.

Para ilmuwan juga melakukan perhitungan termodinamika untuk menemukan suhu dalam mantel Mars tempat kristal terbentuk. Mereka memperkirakan mantel Mars memiliki suhu sekitar 1.560 C ketika olivin terbentuk pada periode Amazonian. Suhu itu mirip dengan suhu mantel bumi yakni 1.650 C pada periode Eon Archean yakni 4 hingga 2,5 miliar tahun lalu.

"Saya benar-benar berpikir bahwa Mars bisa menjadi planet yang masih aktif secara vulkanik hingga saat ini, dan penemuan penelitian mengarah pada hal itu," lanjut Mari.

"Kita mungkin tidak melihat letusan gunung api di Mars selama 5 juta tahun ke depan, tapi bukan berarti bahwa planet itu tidak aktif. Hal itu berarti bahwa ada perbedaan rentang waktu letusan antara Mars dan Bumi. Kita tidak melihat banyak erupsi seperti di bumi, karena letusan Mars terjadi dalam rentang jutaan tahun," pungkasnya. (M-4)

Baca Juga

Dok. Idgitaf

Cerita di Balik Tribute Idgitaf untuk Kasur Tidurnya

👤Fathurrozak 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 09:00 WIB
Kasur Tidur jadi salah satu judul trek pada mini album petdana Idgitaf yang baru...
Dok. Penerbit Samudra Biru

Jatuh Bangun Perjuangan Ibu Tunggal

👤M-2 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 07:50 WIB
Menjadi orang tua bukan tugas yang mudah. Terlebih jika peran itu harus dilakukan seorang diri. Perjuangan dan pengorbanan tanpa batas...
MI/ Gana Buana

Reza Rahadian hingga Jerome Polin Digandeng Uniqlo untuk Koleksi Terbaru

👤Gana Buana 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 07:35 WIB
Sophia Latjuba dan sang anak, Eva Celia, juga didapuk Uniqlo untuk merepresentasikan koleksi musim semi/panas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya