Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA filantropi internasional Tearfund, dalam peringatan Hari Bumi ke 50 ini
menyoroti Coca-Cola dan Pepsi yang belum berkomitmen untuk mengurangi limbah plastik mereka.
Dr Ruth Valerio, Direktur Tearfund, mengatakan bahwa, "Langkah-langkah yang diambil hingga saat ini oleh Coca-Cola dan Pepsi masih sangat jauh dari tindakan yang kita butuhkan untuk mengatasi krisis lingkungan ini," seperti dilansir dari theguardian.com (22/4).
Bulan lalu Tearfund menemukan empat raksasa perusahaan minuman kemasan global bertanggung jawab atas lebih dari setengah juta ton polusi plastik di enam negara berkembang, di mana jika sampah-sampah tersebut terbakar maka akan menghasilkan 4,6 juta ton setara karbon dioksida yang setara dengan emisi dari 1,5 juta mobil yang dinyalakan bersamaan.
Menanggapin rilis data dari Tearfund, pihak Coca-cola mengungkapkan akan berupaya untuk mendaur ulang seluruh kemasan plastik yang mereka produksi.
"Kami tidak ingin melihat semua kemasan dari produk kami berakhir di tempat yang seharusnya. Lebih khusus, kami ingin melihat semua kemasan dari produk kami pulih dan didaur ulang ... Kami menyadari bahwa kami memiliki tanggung jawab untuk memberikan solusi terhadap permasalahan sampah plastik ini," ungkap pihak Coca cola.
"Sebagai wujud dari komitmen kami, kami sedang berupaya untuk mengumpulkan limbah kemasan yang kami produksi dan pada tahun 2030, kami ingin memastikan bahwa setiap botol plastik yang kami produksi setidaknya mengandung 50% plastik daur ulang, " tegas Coca-cola. (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved