Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Aroma Baju si Doi Meningkatkan Kualitas Tidur

Galih Agus Saputra
18/2/2020 07:00
Aroma Baju si Doi Meningkatkan Kualitas Tidur
Kualitas tidur dapat ditingkatkan dengan cara mencium aroma pakaian kesayangan 'si pujaan hati'.(Unsplash/Elizabeth Lies)

Apakah akhir-akhir ini anda sedang bermasalah dengan waktu istirahat di malam hari? Anda tidur terlalu larut hingga kemudian bangun dengan stamina yang kurang segar karena berpikir 'masih terlalu pagi'?

Jika ya, mungkin Anda perlu mempertimbangkan saran unik yang satu ini. Sejumlah pakar psikologi dari University of British Columbia (UBC), Canada baru-baru ini mempublikasikan penelitiannya yang mengatakan bahwa, kualitas tidur dapat ditingkatkan dengan cara mencium aroma pakaian kesayangan 'si pujaan hati'.

Penulis makalah penelitian ini, Marlise Hofer mengatakan bahwa temuannya bersama tim memberikan bukti baru bahwa, tidur yang diselimuti dengan aroma pasangan mengalami peningkatan kualitas hingga dua persen.
 
 "Kami melihat efek ini serupa dengan apa yang biasa muncul pada konsumen Melatonin Oral (suplemen/obat tidur)," imbuh Mahasiswa Pascasarjana di Departemen Psikologi, UBC tersebut.

Hofer selanjutnya menjelaskan hasil penelitian itu muncul setelah tim menganalisis data tidur 155 peserta. Selama jalannya penelitian, mereka diberi dua bantal untuk tidur yang mana keduanya juga dibungkus dengan baju. Salah satu diantaranya, sebelumnya pernah dipakai pasangan dari masing-masing peserta, sementara yang satu lagi masih dalam keadaan bersih dan ada juga yang pernah dipakai orang asing.

Pada saat menggunakan baju tersebut, masing-masing pasangan peserta juga dilarang menggunakan parfum, deodoran, merokok, bahkan diminta untuk tidak melakukan aktifitas yang menghasilkan banyak keringat.

Sementara itu, para peserta yang telah berulang kali mencoba kedua bantal tersebut, setiap pagi diminta untuk menyelesaikan kuisioner yang menanyakan bagaimana kualitas tidur mereka. Menjelang hari-hari terakhir penelitian, peserta juga turut diminta untuk menebak manakah bantal yang dibungkus dengan baju pasangan mereka.

 Peserta melaporkan merasa lebih istirahat di malam hari ketika mereka percaya mereka tidur dengan aroma pasangan mereka.  Selain itu, terlepas dari kepercayaan mereka tentang paparan aroma, data dari jam tangan tidur menunjukkan bahwa tidur objektif meningkat ketika peserta benar-benar terpapar dengan aroma pasangan mereka.

"Salah satu temuan paling mengejutkan adalah bagaimana aroma pasangan romantis termyata dapat meningkatkan kualitas tidur bahkan di luar kesadaran peserta.  Data dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa peserta ternyata mengalami lebih sedikit bolak-balik di atas tempat tidur, ketika terpapar dengan aroma pasangannya," tutur Profesor Frances Chen, yang turut membimbing jalannya penelitian ini.

Dalam kesimpulannya, para peneliti mengatakan bahwa kehadiran fisik pasangan romantis dalam jangka panjang berkaitkan dengan kesehatan psikologis seperti rasa aman, tenang dan relaksasi. Sinyal-sinyal seperti ini lah yang biasanya menempel pada baju atau aroma, yang pada kesempatan selanjutnya dapat berperan sebagai pengganti kehadiran fisik si pemiliknya. (M-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irana Shalindra
Berita Lainnya