Kamis 13 Februari 2020, 14:45 WIB

Melihat Perjalanan Peradaban Taiwan Lewat Aksi Formosa Circus Art

Fathurrozak | Weekend

PERTUNJUKAN dibuka dengan penampilan para pemain dengan lilitan kain di pinggang. Di layar, gambaran orang-orang era lampau menjadi latar penampilan tersebut.

Tidak lama, aksi mendebarkan disuguhkan dengan salah seorang pemain sirkus Foca yang memanjat susunan menjulang kursi kayu. Pada bagian ujung, kursi diletakkan dalam posisi miring, untuk menambah tingkat kesulitan dalam menjaga keseimbangan.

Demikianlah sebagian dari aksi kelompok sirkus asal Taiwan, Formosa Circus Art (Foca), di Golden Sense, Jakarta, pada Rabu, (12/2) malam. Bertajuk "Leaping Taiwan", pertunjukan itu dibawakan sekitar 11 pemain sirkus. Pertunjukan tersebut menyajikan perjalanan peradaban yang dilalui Taiwan.

“Mulanya Taiwan dihuni suku aborigin, kemudian barulah suku Han masuk. Dan seiring waktu terjadi pergantian era. Jadi tarian yang kami pentaskan juga ada kaitannya dengan pergantian era di Taiwan. Bagaimana kami berakulturasi dengan berbagai suku, sampai sekarang,” papar ketua rombongan Foca yang juga menyutradarai pertunjukkan, Chen Kuan-ting.

Dalam pentas akrobat itu, para pemain mengenakan kostum yang berganti-ganti sesuai era yang mereka wakili. Sejak 1930-an, kultur pop di Taiwan berkembang pesat. Kemudian ini juga mempengaruhi pentas yang berganti irama musik serta set properti.

Salah satu yang menonjol tentunya ialah perubahan kostum dari yang sederhana menjadi lebih berwarna. Pengaruh budaya barat juga hadir lewat elemen baseball.

“Setiap babak ada seni yang kami tonjolkan. Tentu kami menggabungkan unsur tarian, nyanyian, dan tari kontemporer. Namun yang utama ialah akrobat,” lanjut Chen. Pada tur kali ini, FOCA telah menyambangi empat negara dan 8 kota. Jakarta hanya satu-satunya destinasi di Indonesia, dan menjadi tujuan pemungkas.

“Kami ingin memperkenalkan sejarah dan budaya Taiwan. Supaya masyarakat luas mengetahuinya. Termasuk sirkus dan akrobat, yang beberapa tahun terakhir ini juga kami perluas promosinya juga di Taiwan," pungkas Chen. (M-1)

Baca Juga

AFP/DON EMMERT (STF)

Tutup Usia, Legenda CNN Larry King Terkenal Jarang Interupsi

👤Irana 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 22:30 WIB
Kariernya di media berawal sebagai disc jockey di sebuah stasiun radio di Miami,...
Instagram Museum MACAN

Tiga Jurus Museum Sintas Masa Pagebluk

👤Putri Rosmalia 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 21:51 WIB
Museum perlu mengintensifkan pemanfaatan teknologi digital di masa...
Gabriel BOUYS / AFP

Meski Pandemi, Dunia Seni di Spanyol tetap Menggeliat

👤Adiyanto 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 20:47 WIB
Dengan adanya pembatasan jam malam, kekhawatiran publik, dan tekanan ekonomi, banyak tempat kesenian berjuang untuk kelangsungan hidup...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya