Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Sudah biasa rasanya melihat barista meracik kopi dan menyajikannya kepada pelanggan di sebuah cafe. Namun apa jadinya jika para barista atau lebih tepatnya kopi master yang memiliki sertifikat ini menjelaskan secara detail proses yang dilakukannya untuk menyajikan kopi nikmat yang siap diseruput sang pelanggan?
Hal inilah yang dilakukan Starbucks Indonesia dalam rangka merayakan Hari Kopi Internasional yang jatuh setiap 1 Oktober. Bertempat di Starbucks Hayam Wuruk, Selasa (1/10), sebanyak 144 kopi master dari seluruh gerai Starbucks Jabodetabek dan Bali berkumpul untuk memperkaya pengetahuan para pelanggan dari biji hingga menjadi secangkir kopi (seed-to cup) dan mengajarkan melalui teknik Pour Over.
"Melalui penyelenggaran coffee brewing master class ini kami berharap masyarakat Indonesia dapat lebih mengapresiasi seni pembuatan kopi dan peran penting petani kopi. Pengalaman cerita ‘seed-to cup’ seringkali terlupakan. Kami mengharapkan kita semua dapat lebih menghargai proses pengolahan kopi Arabika dari biji hingga menjadi secangkir kopi yang Anda nikmati,” ungkap Anthony Cottan, Direktur Starbucks Indonesia.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan misi Starbucks yang mementingkan human connection saat menyajikan kopi. Ternyata para coffee master yang ikut sudah melalui kurasi berdasarkan cara penyajian dan bagaimana mereka berinteraksi dengan para pelanggan. Setiap peserta diberi durasi 10 menit untuk menyajikan kopi di hadapan dua pelanggan setia mereka secara bergantian selama 24 jam tanpa berhenti.
"Antusiasnya ternyata cukup besar, semakin malam malah semakin banyak orang yang datang untuk mendapatkan pengetahuan tentang kopi, khususnya kopi Sumatera yang memiliki aroma dan rasa yang kuat," kata Lydia, salah satu coffee master.
Melibatkan banyak barista, event ini juga mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Tak hanya memecahkan rekor nasional, kegiatan ini berpotensi mencetak rekor dunia.
“Suatu kehormatan dan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk mencatat sebuah rekor baru, yaitu ‘Sosialisasi Cara Menyeduh Kopi selama 24 Jam Non-stop oleh Fasilitator Terbanyak’ di Indonesia, di mana kegiatan seperti ini belum pernah tercatat dalam MURI dan kami akan deklarasikan untuk mencatat ini dalam rekor dunia," ugkap Osmar Semesta Susilo, MIB., Wakil Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia.
Guna merayakan hari istimewa ini, Starbucks Indonesia juga menyediakan minuman gratis. Sebanyak 114 gelas Cold Brew Iced Coffee dengan Cascara Syrup disiapkan di semua gerai Starbucks di seluruh Indonesia. (M-3)
Baca juga : Batik Encim Seturut Perkembangan Zaman
Sebanyak 1.216 peserta dari Sekolah Lansia (Lanjut Usia) mengikuti penulisan ayat-ayat Al Quran bersama-sama di lokasi acara.
Ayu sukses menyabet tiga rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) sekaligus atas dedikasi profesional dan aksi sosialnya yang tinggi.
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Chandra, itu juga dirangkai dengan acara buka puasa bersama ribuan anak yatim, serta kehadiran penyanyi religi Opick serta tausiah dari ustaz Zaky Mirza.
Karya-karya Khoirul Anam tidak main-main. Seluruhnya telah dipublikasikan di berbagai jurnal ilmiah, baik skala nasional maupun internasional.
Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, Namira berhasil meraih Rekor MURI sebagai Perempuan Termuda peraih Six Star Finisher Medal di ajang World Marathon Majors (WMM) pada 30 Januari 2026 lalu.
Persagi bersama sejumlah mitra meluncurkan Program Edukasi Gizi Serentak yang menjangkau lebih dari 1.000 sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved