Kamis 27 Juni 2019, 23:05 WIB

Poster Film Perburuan Diluncurkan

Retno Hemawati | Weekend
Poster Film Perburuan Diluncurkan

Falcon Pictures
Poster film Perburuan

USAI poster film Bumi Manusia dirilis secara resmi, Falcon Pictures kembali merilis poster film yang diangkat dari novel berjudul Perburuan, mahakarya Pramoedya Ananta Toer. Selain buku tetralogy Bumi Manusia, Novel Perburuan menjadi salah satu karya Pramoedya yang dilarang pada zaman Orde Baru. Diterbitkan pada tahun 1950, novel ini telah dicetak ulang 8 kali dan telah dialih bahasakan kedalam 12 bahasa.

Richard Oh, yang mendapatkan kehormatan untuk menyutradarai film Perburuan mengungkapkan, untuk menuangkan ke film, dirinya harus menangkap jiwa karya dan acuan Pramoedya Ananta Toer.”Setiap karya adaptasi seperti Perburuan dari karya Pramoedya Ananta Toer mesti bisa menangkap jiwa karya dan acuan penulisnya. Karya film ini adalah sebuah karya tersendiri atas sebuah karya yang sudah diketahui banyak orang. Ia memperluaskan, menambah nilai intrepretasi terhadap karya asli,” jelasnya.

Pemeran Hardo, Adipati Dolken mengakui dirinya mendapatkan pengalaman yang baru di film Perburuan. “ Biasanya, saya memerankan tokoh yang benaran ada. Nah, kalau ini tokoh dari buku yang kreatifitasnya bisa di perlebar dan bisa lebih mengembangkan karakternya. Semoga bisa diterima penonton dan juga bisa menyenangkan pembaca karya-karya Pramoedya,” ungkapnya.

Angga, cucu dari Pramoedya Ananata Toer menceritakan sejarah lahirnya novel Perburuan. Ia menjelaskan, Novel Perburuan ditulis kakeknya pada tahun 1949.” Novel ini ditulis oleh Pram, didalam penjara Bukit Duri. Saat itu, Pram dipenjarakan oleh Belanda. Naskah ini kemudian diselundupkan Pram melalui sahabatnya Prof GJ Resink, dan sampailah naskah tersebut ke tangan HB Jassin. Kemudian HB Jassin mengikut sertakan naskah Perburuan ke sayembara Balai Pustaka tahun 1949, dan sukses meraih juara 1,” cerita Angga.

Selain Aditpati Dolken dan Ayushita film yang mengisahkan tentang tokoh Hardo tentara PETA yang menjadi buruan tentara Jepang, ini juga diperankan oleh Ernest Samudra sebagai Dipo, Khiva Ishak sebagai Karmin, dan Michael Kho sebagai (M-4)

Baca Juga

MI/ Tangkapan layar diskusi publik virtual Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Selasa (1/12) malam.

Dikhawatirkan Mulai Jenuh, Konser Virtual Perlu Terobosan

👤Fathurrozak 🕔Kamis 03 Desember 2020, 18:00 WIB
Penyelenggara konser virtual di Tanah Air dinilai perlu mencontoh terobosan yang ada di Korea...
Screenshot

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Ko-Produksi Film Dokumenter

👤Fathurrozak 🕔Kamis 03 Desember 2020, 13:03 WIB
Sebelum berjalan lebih jauh dalam ko-produksi, dproduser harus terlebih dulu menyiapkan dokumen legalnya. Akan lebih baik jika memiliki...
zoom

Ini Cara Mengelola Bisnis yang Beretika

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 03 Desember 2020, 12:47 WIB
Menurut Andy Noya buku ini hadir tepat waktu. Ia optimis kalau nilai-nilai pemikiran yang ada di buku ini justru paling tepat yang bisa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya