Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PUASA sejenak atau rehat menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram, atau situs daring populer kini semakin sering dianjurkan. Namun penelitian yang diterbitkan di Jurnal PloS ONE baru-baru ini menunjukkan jika rehat tersebut tidak selalu memberi dampak sama pada pengguna medsos.
Para peneliti dari University of New England, Australia merancang dan merealisasikan skema uji coba untuk mengetahui bagaimana ‘liburan media sosial’ dapat mempengaruhi suasana hati dan kesejahteraan penggunanya.
Pada bagian pertama, peserta diminta untuk menggunakan media sosial seperti biasa selama satu minggu. Dalam kurun waktu tersebut, para peneliti mengamati aktivitasnya di media sosial menggunakan Rescue Time, yaitu sebuah aplikasi yang memantau ketersediaan (online) pengguna, sekaligus melihat waktu yang mereka habiskan selama aktif di media sosial.
Pada akhir minggu, peserta kemudian diminta untuk mengisi survei sebagai pengukur emosi positif, negatif, dan kepuasan hidupnya. Selain itu, mereka juga diminta untuk menggambarkan bagaimana cara mereka menggunakan media sosial. Dari hasil survei tersebut, para peneliti kemudian dapat membagi peserta menjadi dua jenis pengguna: pengguna aktif (misalnya, orang yang cenderung menambahkan teman baru, memperbarui status, membuat undangan, dan mengomentari unggahan seseorang), dan pengguna pasif (orang yang menelusuri umpan atau berita, termasuk melihat unggahan orang lain, pembaruan status, serta melihat foto orang lain).
Pada fase kedua, para peneliti kemudian memilih peserta secara acak dan menugaskan setengah dari mereka untuk menyelesaikan ‘istirahat media sosial’-nya selama seminggu ke depan. Sementara setengah lainnya diizinkan untuk terus menggunakan media sosial namun tetap dalam pantauan. Pada akhir minggu, para peneliti kemudian mengukur kembali keadaan emosi dan kepuasan hidupnya. Hasil uji coba pada fase kedua selanjutnya menunjukan bahwa, pertama, peserta dalam uji coba ini menghabiskan sekitar 64 menit per hari untuk beraktivitas di media sosial.
Yang tidak kalah menarik bagi para peneliti adalah hasil penelitian yang menunjukkan keadaan emosional peserta atau kepuasan hidup sangat dipengaruhi oleh ‘liburan media sosial’. Namun hal ini, tampaknya juga tergantung pada ‘tipe’ penggunanya, apakah pasif atau aktif.
Para peneliti melihat bahwa ‘liburan media sosial’ selama seminggu berdampak negatif terhadap keadaan emosional pengguna aktif. Hal itu menunjukkan bahwa menggunakan media sosial secara aktif berkatian dengan "pembentukan dan pemeliharaan modal sosial, yang berkaitan dengan konsekuensi positif dari peningkatan harga diri dan kesejahteraan subjektif." Lain halnya dengan pengguna pasif, bagi mereka ‘liburan media sosial’ tidak akan mempengaruhi ‘keadaan emosional’ atau tetap dapat hidup seperti orang pada umumnya yang tidak menggunakan media sosial sama sekali. (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved