Minggu 23 Juni 2019, 02:10 WIB

Formal yang Rileks

Bintang Krisanti bintang@mediaindonesia.com | Weekend
Formal yang Rileks

AFP/MIGUEL MEDINA
Pekan mode koleksi busana pria 2020 di Milan menampilkan setelan blazer dan jas yang dibuat rileks dengan permainan detail dan aksesori.

 

Pekan mode koleksi busana pria 2020 di Milan menampilkan setelan blazer dan jas yang dibuat rileks dengan permainan detail dan aksesori.

BLAZER dan jas sudah semakin jadi busana pria yang umum. Penggunaannya bukan lagi semata untuk acara rapat besar ataupun jamuan, melainkan juga di kesempatan bisnis yang lebih santai.

Dua artikel fesyen ini memang cukup jitu untuk memberikan kesan smart dan elegan pada tampilan Anda. Meski begitu, tidak sedikit pria yang masih ragu untuk mengenakannya karena khawatir kesan yang terlalu formal.

Jika Anda termasuk yang demikian, pekan mode busana pria koleksi musim semi/panas 2020 yang berlangsung hingga awal Minggu ini dapat menjadi rujukan. Rumah mode Giorgio Armani, Etro, dan Marni menyuguhkan koleksi yang banyak menampilkan jas dan blazer, tetapi dengan kesan rileks.

Jas dan blazer merupakan artikel fesyen yang memiliki perbedaan tipis. Jas memiliki tampilan yang lebih formal dengan bentuk bahu dan badan yang lebih tegas. Selain itu, jas biasanya hadir dengan setelan celana.

Diperagakan di Milan, Italia, Senin (17/6), koleksi Giorgio Armani terinspirasi dari gaya sutradara dan penulis besar Italia di era 60-an, Luchino Visconti.

Visconti terkenal dengan gaya elegan dengan setelan berwarna cokelat. Di tangan Armani, kesan modern hadir lewat palet warna biru gelap, yang memang ciri khas Armani, silver, dan juga pink metalik yang berpadu khaki.

Kesan kekinian dan muda juga hadir lewat ukuran kerah yang lebih ramping, kantong-kantong tanpa lidah, dan bagian ujung blazer yang membuat. Penggunaan vest tidak menambah 'berat' busana itu karena tidak adanya kancing.

Armani terlihat pula memasukkan unsur oriental dengan vest bergaya tumpuk ataupun dengan kancing shanghai. Unsur ketimuran ini makin terasa dalam jas dengan kerah tinggi atau disebut juga kerah koko.

Dengan pelengkap aksesori berupa kacamata berlensa bundar yang tebal, beberapa modelnya pun terlihat mirip profesor-profesor yang santai.

Kepada WWD, Armani mengungkapkan jika koleksinya merupakan koleksi yang membuat penggunanya memanjakan diri sendiri. Meski rileks, koleksi itu disebutnya tetap molto sexy yang berarti sangat seksi.

"Baju ini bahkan bisa kamu pakai ke pantai," tambah sang desainer berusia 84 tahun itu.

Hippie

Gaya dengan jas dan blazer yang lebih santai lagi ada dalam koleksi rumah mode Marni dan Etro. Juga berlangsung di Milan, peragaan Marni didominasi dengan setelan jas bermotif kotak-kotak dalam warna terang. Kesan santai juga diperkuat dengan cara penggunaan jas dengan lengan digulung.

Bentuk jasnya sendiri klasik, yakni dengan potongan badan lebar dan panjang serta kancing berlidah. Marni juga tampak ingin mendorong para pria berani bermain warna lewat pemilihan kemeja yang juga dalam palet warna menyala.

Sementara itu, rumah mode Etro menampilkan sentuhan hippie pada koleksinya. Hal ini hadir lewat potongan blazer dan celana yang longgar dan santai serta juga motif-motif tribal.

Vogue melansir jika motif yang digunakan merujuk pada motif dari budaya suku Huichol di Meksiko. Selain itu, ada pula motif dari India, Persia, dan Mauritania. Kean Etro selaku direktur kreatif rumah mode itu mengungkapkan jika konsep busananya juga mengandung pesan sebagai respons terhadap perubahan iklim yang ada dan kerentanan kelestarian alam yang diakibatkannya. (M-1)

Baca Juga

Dean R Lomax via twitter

Seorang Penambang Emas di Kanada Temukan Mumi Bayi Gajah Purba Berusia 3500 Tahun

👤Adiyanto 🕔Selasa 28 Juni 2022, 16:43 WIB
Bangkai bayi mamut berbulu yang diawetkan secara alami itu diperkirakan berusia lebih dari 35.000...
unsplash.com/Mark OFlynn

Mengenal Carding, Pencurian Akses Kartu Kredit Paling Merugikan

👤Putri Rosmalia 🕔Selasa 28 Juni 2022, 16:07 WIB
Wiretapping adalah teknik penyadapan yang dilakukan pelaku terhadap akun-akun digital...
unsplash.com/Joseph Barrientos

Lautan Kini Semakin Sedikit Menyimpan Karbon

👤Devi Harahap 🕔Selasa 28 Juni 2022, 11:22 WIB
Berdasarkan model penelitian partikel baru yang ditemukan para peneliti, ternyata proses penyerapan ini hanya mampu menyimpan sedikit...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya