Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Meningkat Nafsu Makan Ikan

Retno Hemawati
19/6/2019 07:00
Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Meningkat Nafsu Makan Ikan
Seorang warga menebar pakan ikan di kolam budi daya ikan Nila milik kelompok tani Mina Ngudi Mulyo Desa Pakurejo, Bulu, Temanggung.( ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

LIMA mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan teknologi berbasis internet of things (IOT) untuk meningkatkan nafsu makan ikan yang dinamai Banoo.

Lima inovator muda UGM itu yakni Azellia Alma Shafira (Manajemen 2016), Muhammad Adlan Hawari (Elektronika dan Instrumentasi 2015), dan Fakhrudin Hary Santoso (Perikanan 2015) serta alumni Teknik Mesin 2014 yaitu Katya Dara Ozzilenda Soegiharto dan Ryan Wiratama Bhaskara.    "Dengan alat ini nafsu makan ikan semakin meningkat sehingga produktivitasnya juga akan bertambah hingga 40 persen," kata Muhammad Adlan Hawari mewakili tim saat jumpa pers di Laboratorium Inkubator Mina Bisnis Fakultas Pertanian UGM, di Yogyakarta, Selasa (18/6).    

Adlan menjelaskan, Banoo yang dilengkapi teknologi microbubble generator mampu meningkatkan jumlah oksigen yang terlarut dalam air. Dengan tingkat oksigen yang meningkat, kata dia, maka nafsu makan ikan bertambah, pertumbuhan ikan dapat dipercepat, serta memperpendek masa panen dan meningkatkan hasil panen ikan.    

Alat tersebut, kata dia, mampu mendeteksi kadar oksigen dalam kolam. Apabila kadar oksigen di bawah angka 8, secara otomatis microbubble generator akan menyala dan memunculkan gelembung oksigen. "Sampai tingkat oksigen terdeteksi menyentuh angka 10,0 maka alat akan mematikan microbubble generator," kata dia.    

Menurut dia, Banoo dapat digunakan untuk budi daya ikan nila dan lele dengan ukuran kolam 3x4 meter dengan kedalaman 80 cm-1 meter. Ketua Tim Pengembang Banoo, Azellia Alma Shafira mengatakan inovasi yang mereka kembangkan berawal dari keprihatinan melihat kondisi budidaya perikanan di Indonesia yang belum maksimal karena sistem budidaya ikan yang masih konvensional dan ekstensif. Padahal Indonesia memiliki potensi perikanan yang cukup besar. (Ant/M-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya