Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP pahlawan punya sisi gelap. Begitu kalimat dalam cuplikan X-Men: Dark Phoenix. Dari situ, bisalah diekspektasi tentang tema yang dilarut film ke-11 X-Men ini. Pertanyaan tentang bagaimana menggunakan kekuatan super, diimbangi usaha memanusiawikan sebuah tim superhero sebagai sebuah keluarga.
X-Men Dark Phoenix dibuka dengan suara tokoh Jean Grey (Sophie Turner) yang mempertanyakan kediriannya. Dengan suara berat, Jean bernarasi tentang identitas, hidup, dan takdir. Mengikuti jalan takdir atau menjadi lebih besar daripada takdir? Sebuah pilihan.
Jika mengharap pergulatan karakter yang bisa membuat terenyuh, bersiaplah untuk menurunkan ekspektasi. Dark Phoenix terasa lebih datar daripada seri X-Men sebelumnya.
Jean Grey yang diperankan Sophie Turner belum mampu mengaduk emosi penonton. Padahal, akan lebih menarik ketika pergolakan emosional saat Jean dihadapkan dengan pilihan menggunakan kekuatannya untuk kebaikan atau kejahatan. Aktingnya jauh berbeda dengan yang ia tampilkan sebagai Sansa Stark di serial populer Game of Thrones, ketika ia mampu menunjukkan kecerdasan dan kedalaman karakter.
Belum lagi ketika banyak pemain dalam film ini yang karakternya hanya numpang lewat. Tentu lebih menarik jika setiap karakter hidup dan berkelindan dengan alur cerita. Cukup disayangkan mengingat film ini didukung pelakon-pelakon berbakat, seperti Michael Fassbender (Magneto), Jennifer Lawrence (Mystique), Nicholas Hoult (Beast), Tye Sheridan (Cyclops), dan Jessica Chastain (Vuk).
Cerita landai
Kisah Dark Phoenix bermula ketika Jean Gray yang berusia 8 tahun pada 1975 tidak sengaja menggunakan telekinesis yang menyebabkan kecelakaan mobil hingga menewaskan orangtuanya. Profesor Charles Xavier kemudian menampungnya, juga memblokir kecelakaan itu dari ingatan Jean.
Semua baik-baik saja, hingga pada 1992, tim X-Men dikirim ke ruang angkasa untuk menyelamatkan pesawat antariksa yang rusak. Kejadian itu satu dekade setelah peristiwa di X-Men: Apocalypse.
Misi berhasil, tapi ada efek buruk. Jean terpapar suar matahari. Banyak yang mengira ia akan mendapati ajal. Nyatanya, energi suar surya justru terserap dalam tubuhnya. Kejadian itu yang membuat Jean mendapat julukan baru, Phoenix, burung legenda yang bangkit dari kematian.
Jean menjelma mutan paling kuat dan sayangnya sekaligus paling beringas. Sisi gelap Jean menjadi tidak terkendali. Tanpa sadar, ia menghancurkan semuanya. Sejak itulah, pergolakan dimulai.
Selama durasi film 114 menit, tidak tampak adeganyang sanggup membuat penonton menahan napas. Semua berjalan landai hingga akhir. Bahkan, Vuk, sang antagonis, tidak pernah tampak cukup culas atau berbahaya dengan ekspresi pasif sepanjang film. Hanya adegan pertempuran dahsyat yang mampu membuat mata tertuju pada layar.
Cukup mengejutkan film yang dibumbui dengan banyak karakter kuat ini sedikit meleset. Namun, tentu saja, film ini masih layak ditonton loyalis serial X-Men. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Itu jadi modal film selanjutnya. Bukankah rasa penasaran ialah daya utama yang menggerakkan kaki penonton ke bioskop? (M-2)
Snider menegaskan bahwa dirinya tidak mampu lagi memenuhi standar performa enerjik yang menjadi ciri khas Twisted Sister.
Profil Pandji Pragiwaksono, komika Indonesia dan pendiri Stand Up Indo. Simak perjalanan karier, karya, dan kiprahnya di dunia stand up comedy.
Siapa Boiyen? Ini profil lengkap Yeni Rahmawati, komedian dan pedangdut yang kini jadi sorotan usai menggugat cerai suaminya di PA Tigaraksa.
DKI Jakarta menyelenggarakan doa bersama lintas agama dan hiburan lainnya termasuk konser.
MEMPERINGATI delapan dekade perjalanan organisasi, Pengurus Pusat Pemuda Katolik melaksanakan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Pelayanan Kasih Bakti Mandiri, Sabtu (15/11).
Kolaborasi antara Loket, Indodana, dan TikTok dalam forum ini menegaskan pentingnya sinergi antara data, layanan finansial, dan pemasaran digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved