Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH anda memiliki sanak keluarga yang malas ikut kumpul lebaran? Bisa jadi sebetulnya bukan karena ia tidak mau bersilaturahmi melainkan karena sering mendapat pertanyaan privasi. Memang tidak jarang, pertanyaan yang dianggap sepele atau sekadar basa-basi justru meninggalkan rasa tidak nyaman karena sebenarnya sangat pribadi. Terlebih, jika kemudian disertai komentar-komentar menggurui atau bercanda yang merendahkan.
Sebab itu agar silaturahmi tetap hangat tanpa ada perasaan tersinggung, berikut beberapa jenis pertanyaan yang sebaiknya dihindari karena lebih banyak buruknya alias unfaedah kata anak jaman now:
* Kapan menikah?
Dari bentuk pertanyaannya sesungguhnya kita memang bisa mengakui jika jenis pertanyaan ini lebih bersifat basa-basi atau menggoda orang yang belum memiliki pasangan. Sebab, bahkan mereka yang sudah memiliki pacar pun kerap belum bisa memastikan soal waktu pernikahan.
Pertanyaan seperti ini juga bisa membuat orang menjadi sedih akan kesendiriannya, atau sedih akan belum adanya kepastian dengan sang pasangan. Lebaran, tentunya merupakan waktu yang sangat buruk membuat orang bersedih karena semestinya menjadi momen bersyukur. Jika anda benar-benar peduli tentang jodoh orang tersebut, akan lebih baik jika disampaikan lewat doa.
* Kapan lulus dan kapan kerja?
Seperti juga pertanyaan di atas, pertanyaan ini akan terasa menyinggung dan menyudutkan. Terlebih, jika anda tidak tahu sesungguhnya usaha keras apa saja yang sudah orang itu lakukan untuk lulus atau bekerja.
Jika anda benar-benar peduli, lebih baik pertanyaan tersebut diganti dengan menanyakan perkembangan studinya atau bidang-bidang pekerjaan yang ia minati. Dengan kata lain, anda mengajukan pertanyaan yang terbuka ketimbang seperti mengejar target yang sebetulnya juga bukan wewenang anda. Dengan cara seperti ini pula anda menjadi saudara yang memang mau tahu terhadap kesulitan yang dialami dan bukannya malah makin membebani.
* Kapan punya anak?
Masih seperti pertanyaan di atas yang sifatnya lebih menggoda. Malah pertanyaan ini bisa terasa lebih menyudutkan karena memang memiliki anak merupakan karunia sepenuhnya dari-Nya.
Jika anda orang mau mencari informasi, tentunya anda akan tahu jika banyak sekali pasangan yang sudah menjalani banyak sekali terapi kesuburan pun belum juga dikaruniai momongan. Bisa jadi pula, sanak keluarga anda termasuk yang sudah menjalani sederet terapi, yang bukan saja menuntut fisik tapi juga materi, itu. Jika anda ingin menginformasikan terapi kesuburan tertentu, ada baiknya anda menanyakan secara privat. Tidak dihadapan banyak orang yang bisa membuat saudara anda merasa tersudut.
Tidak kalah penting, lihat juga reaksinya. Jika memang saudara anda tidak tampak tertarik maka berhentilah. Jangan memaksakan kehendak dan jangan pula sok menilai, karena memang sesungguhnya anda bisa tidak tahu apa-apa soalnya.
* Pertanyaan soal fisik
Kecuali jika pertanyaan itu bernada pujian maka pertanyaan model ini memang sebaiknya tidak ditanyakan. Lebih baik bisa mengajukan pertanyaan macam, "bagaimana kabarnya, sehatkan?". Sebab, bukankah kesehatan yang terpenting?!
* Pertanyaan soal politik
Inilah pertanyaan tambahan yang unfaedah tahun ini. Tentu saja alasannya jelas karena pemilu 2019 penuh dengan isu-isu yang membuat panas. Jika anda merasa pintar politik maka bersikap pintarlah pula bahwa pilihan politik adalah hak masing-masing orang yang tidak perlu dibuka. Selain itu bukankah pemilu sudah usai? Jangan perpanjang panasnya di keluarga anda sendiri, terlebih di lebaran.
Tabunya pertanyaan politik ini sesungguhnya juga sudah jadi pemahaman di etika hubungan dalam pergaulan internasional. Menanyakan soal pilihan politik sama sekali tidak membuat anda dilihat pintar bahkan justru akan menutup banyak peluang. Sebab orang akan menilai anda tidak cukup dewasa memahami hak demokrasi.
Jika anda merasa bingung dengan sederet pertanyaan tabu di atas karena merasa jadi tidak punya bahan pembicaraan maka saatnya anda merefleksi diri. Bisa jadi hal ini menandakan bahwa anda belum cukup menjadi orang yang sebenarnya peduli dengan hal-hal esensial dalam hidup. Anda mungkin menilai keberhasilan hidup hanya lewat standar umum dan bukannya mensyukuri dengan apa yang telah dimiliki. Di hari terakhir ramadan ini ada baiknya ada memikirkan lagi hal itu. Bukan hanya agar silaturahmi esok benar-benar hangat tanpa kesan buruk di hati orang lain melainkan agar anda juga lebih bersyukur di kehidupan sendiri. (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved