Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSUMSI antibiotik yang begitu besar telah menunjukkan dampak buruk pada lingkungan. Penelitian yang dilakukan di sungai di 72 negara di enam benua menghasilkan temuan antibiotik di 65% dari seluruh tempat yang diteliti itu. Lebih meresahkan, kadar antibiotik di tidak sedikit sungai itu mencapai ratusan kali lipat di atas ambang aman.
Metronidazole, merupakan antibiotik yang melewati margin aman hingga 300 kali lipat. Antibiotik ini biasa digunakan dalam pengobatan infeksi bakteri di kulit dan mulut.
Di Sungai Thames dan salah satu anak sungainya di London, para peneliti mendeteksi konsentrasi antibiotik mencapai 233 nanogram per liter (ng/l), sementara di Bangladesh, konsentrasinya mencapai 170 kali lebih tinggi.
Antibiotik paling umum ditemukan adalah trimethoprim, yang terdeteksi di 307 dari 711 lokasi yang diteliti. Antibiotik ini umum digunakan untuk pengobatan oinfeksi kandung kemih.
Para peneliti membandingkan data yang didapatkan dengan ambang normal yang baru-baru ini dilansir oleh AMR Industry Alliance. Tiap antibiotik memiliki ambang normal berbeda dengan kisaran 20-32,000 ng/l.
Asia dan Afrika pun mendapat kabar yang lebih mengkhawatirkan karena merupakan tempat dimana paling banyak konsentrasi antibiotik yang melebihi ambang normal. Tempat penelitian dengan konsentrasi paling tinggi berada di Bangladesh, Kenya, Ghana, Pakistan and Nigeria. Sementara Austria menjadi negara dengan konsentrasi antiobiotik di sungai tertinggi yang ada di Eropa.
Proyek penelitian ini dipimpin oleh University of York, dimana mereka menerbangkan alat-alat tes untuk digunakan para mitra mereka di berbagai negara. Professor Alistair Boxall yang bertindak sebagai Kepala Program Studi dari York Environmental Sustainability Institute, mengemukakan, "Hasil ini cukup mengejutkan dan merisaukan, sebab menunjukkan luasnya kontaminasi senyawa antibiotik di sungai-sungai di dunia," katanya seperti dilansir Science Daily. (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved