Selasa 30 April 2019, 14:00 WIB

Puasa dan Risiko Penyakit Degeneratif

Galih Agus Saputra | Weekend
Puasa dan Risiko Penyakit Degeneratif

Pexels/Matthias Zomer
Puasa pada dasarnya mampu memprogram ulang berbagai respons sel-sel tubuh.

 

Sejumlah peneliti di University of California baru-baru ini menemukan bukti bahwa puasa ternyata memengaruhi sirkadian (perputaran waktu selama 24 jam) pada metabolisme tubuh. Aktivitas tersebut turut berdampak pada hati dan otot pada bagian rangka, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan dan perlindungan terhadap penyakit yang berkaitan dengan penuaan.

"Kami menemukan puasa memengaruhi siklus sirkadian yang juga bekerja untuk mencapai keteraturan gen secara spesifik," kata Pemimpin Penelitian, Paolo Sassone-Corsi, seperti dilansir Science Daily.

Sama halnya dengan Paolo, Ahli Biologi-Kimia di Fakultas Kedokteran University of California, Donald Bren menambahkan, dengan berpuasa otot rangka akan tampak dua kali lebih responsif. Penelitian itu sendiri dilakukan dengan menggunakan tikus percobaan. Hewan pengerat itu dibuat berpuasa selama 24 jam kemudian para peneliti mencatat perubahan-perubahan yang dialami tikus-tikus tersebut.

Mereka diamati bagaimana rasio pertukaran pernapasan, dan pengeluaran energinya, yang kemudian hasilnya dianggap sejajar dengan yang terjadi pada manusia.

Reorganisasi gen dengan puasa dapat menjadikan genom sebagai keadaan yang lebih permisif untuk mengantisipasi asupan makanan yang akan datang dan dengan demikian mendorong siklus atau ritme baru ekspresi gen.

BACA JUGA: Olahraga Tanpa Pusing Kawan dan Ruang

"Dengan kata lain, puasa pada dasarnya mampu memprogram ulang berbagai respons sel. Oleh karena itu, puasa secara optimal dalam waktu yang tepat sangat strategis untuk memengaruhi fungsi sel, dan pada akhirnya bermanfaat bagi kesehatan dan melindungi terhadap penyakit yang terkait dengan penuaan," imbuh Paolo.

Studi tersebut pada akhirnya dianggap turut membuka jalan baru investigasi yang dapat mengarah pada pengembangan strategi nutrisi untuk meningkatkan kesehatan pada manusia. Paolo pertama kali menunjukkan hubungan metabolisme dan ritme sirkadian ini sekitar 10 tahun lalu, dimana ia juga mengidentifikasi jalur metabolisme yang berhubungan dengan protein sekaligus tingkat energi dalam sel. (M-2)

Baca Juga

Dok Vision+

Serial Drama Kehidupan Tradisional di Era Modern Royal Blood Bakal Dirilis

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 10:20 WIB
Vision+ bekerja sama dengan Kantara Creative dan disutradarai oleh Eko Kristianto, Royal Blood akan dirilis secara resmi pada 17 Agustus...
unsplash.com/Lucian Dachman

Kenaikan Suhu di Malam Hari dapat Memicu Tingkat Kematian Hingga 60%

👤Nike Amelia Sari 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 08:40 WIB
Para peneliti dari UNC Gillings School of Global Public Health menjelaskan bahwa panas sekitar semalaman dapat mengganggu fisiologi normal...
unsplash.com/ Eliott Reyna

Berjalan Kaki setelah Makan dapat Menurunkan Risiko Diabetes

👤Nike Amelia Sari 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 08:31 WIB
Berjalan kaki 60 hingga 90 menit setelah makan adalah waktu yang optimal karena pada saat inilah kadar gula darah biasanya memuncak dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya