Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kombinasi Kalistenik dengan Sirkuit Queenax

Fathurrozak [email protected]
21/4/2019 03:10
 Kombinasi Kalistenik dengan Sirkuit Queenax
komunitas Banteng SW kini mengombinasikan kalistenik dengan Sirkuit Queenax(MI/PIUS ERLANGGA)

 Sebelumnya hanya berlatih dengan bantuan tiang-tiang di taman umum sebagai alat, komunitas Banteng SW kini mengombinasikan kalistenik dengan Sirkuit Queenax yang mencakup 20 gerakan.

OLAHRAGA bersama sepulang kantor sudah jadi kebiasaan mereka. Namun, Sabtu (13/4), grup yang terdiri atas 15 orang itu berkumpul di pusat kebugaran Fitstop, Kuningan, Jakarta.

Rupanya ada menu olahraga baru selain kalistenik yang sudah jadi porsi langganan mereka. Kalistenik merupakan latihan fisik yang biasanya dilakukan dengan memanfaatkan berat tubuh sendiri. Sebab itu pula grup yang merupakan anggota dari komunitas Banteng SW (Bar Menteng Street Workout) ini biasanya berlatih dengan memanfaatkan tiang-tiang di taman umum di kawasan Menteng.

Kini mereka mencoba pengalaman lain dengan mengambil menu latihan queenax. Latihan ini merupakan rangkaian dari berbagai gerakan dasar yang tujuan intinya untuk melatih kekuatan, juga ketahanan tubuh.

Sebagai latihan berbasis sirkuit, queenax memiliki intensitas tinggi, yang mampu mengakomodasi hingga 20 gerakan, tergantung arena latihan. Tiap gerakan ditempuh selama 1 menit dan diteruskan dengan berpindah posisi secara cepat. Beberapa gerakan dalam queenax, di antaranya battle rope, squat, Australian pull up, monkey bar, dan total body resistance exercise (TRX).

"Karena ini konsep sirkuit, jadi tujuannya untuk endurance, cocok juga untuk program weight loss. Hampir lima komponen fitness terakomodasi dengan queenax, ada kardio, kekuatan, inti, fleksibilitas, dan keseimbangan. Setidaknya minimal ada tujuh gerakan, kurang lebih waktunya 1 jam," ungkap pelatih queenax di Fitstop Kuningan, Jakarta Selatan, Alif Fakhtul M, Sabtu (13/4).

Karena pesertanya ialah komunitas kalistenik yang terbiasa dengan latihan membentuk tubuh dan berfokus pada kekuatan, porsi yang diberikan menggunakan sirkuit queenax pun disesuaikan sehingga gerakan-gerakan yang biasanya sudah lazim di kalistenik, mendapat porsi tambahan menu gerakan menggunakan sirkuit queenax.

Menjajal latihan baru itu, para anggota Banteng SW tampak cukup serius menjalani. "Perbedaan cukup signifikan, selain fasilitas dan faktor cuaca, tentu dengan menggunakan queenax porsi latihan terintegrasi, teknik dan gerakan otot juga bekerja sesuai, maksimal dan efisien. Kita jarang banget main kardio dan endurance, dengan pelatihan yang diberikan, metabolisme kita jauh lebih cepat, dan enak untuk bakar kalori dan lemak," ungkap Andhityo Dwi Putra, pembimbing Banteng SW.

Berotot juga harus lincah

Sejak pemanasan, komunitas itu tampak sudah mendapat tantangan ketangkasan dan koordinasi gerak. Ini karena sang pelatih, Alif, memasukkan rangkaian latihan dengan memperbanyak porsi kelincahan (agility) saat pemanasan.

Alif menjelaskan porsi itu dimasukkan karena orang yang terbiasa dengan kalistenik seringnya hanya bermain pada gerakan isometric, yaitu gerakan statis untuk menumpu beban. Contohnya ialah gerakan human flag, posisi ketika beban tubuh diangkat, dan sejajar lurus dengan kaki, dengan tangan bertumpu di tiang, persis seperti posisi bendera dikibarkan. Mereka juga sering melakukan posisi dip, yang juga bertumpu pada tangan untuk mengangkat kaki. Gerakan-gerakan ini berfungsi membentuk bagian atas tubuh.

"Gerakan-gerakan yang sudah lazim itu, tidak dihilangkan, hanya dikombinasikan dengan gerakan lainnya," tukas Alif.

Contoh gerakan kombinasi adalah mountain climber. Sesuai namanya gerakan ini melatih fleksibilitas kaki dan juga core (otot inti tubuh yang menghubungkan antara bagian atas dan bawah).

Pembakaran kalori juga banyak dilakukan, salah satunya dengan TRX T-Deltoid. Gerakan ini berfungsi untuk aktivasi gerakan pundak, "Core juga tetap harus aktif, jadi satu kesatuan. Berbicara latihan menggunakan TRX, maka bagian inti (core) selalu aktif. Ada tambahan gerakan nendang, ini menyesuaikan dan untuk mengenalkan juga, variasi, perut samping aktif, karena ada perputaran jadi keseimbangannya jalan," tukas Alif.

Dalam durasi 1 jam, latihan terbagi menjadi beberapa fase. Latihan mobilitas gerakan berdurasi 3 menit dan berada dalam pemanasan. Sementara itu, kardio berlangsung 10-15 menit, kemudian program inti menggunakan queenax selama 30 menit, tantangan selama 10-15 menit dan terakhir ialah pendinginan.

Para anggota Banteng SW, komunitas yang sudah ada sejak 2014 ini bukan hanya para pria berotot, kaum hawa pun juga menjadi bagian komunitas kalistenik ini. Dua di antaranya yang turut serta latihan pagi itu ialah Harvi Yonanda, 28, dan Anggi Pujiastuti, 32.

Anggi sudah bergabung sejak 2016, sedangkan Harvi setahun setelahnya. Tidak ada perbedaan porsi latihan. Keduanya pun mampu mengimbangi stamina para pria berbisep kekar itu. Anggi bahkan hampir setiap hari mampir untuk ikut kalistenik sepulang kantor. "Enggak loyo, justru dengan olahraga rutin jadi seger." Cetusnya.

Di akhir latihan, para langganan kalistenik itu merasa latihan sirkuit queenax menjadi komibinasi latihan yang menarik. Selain itu, tentunya, manfaat latihan pada ketahanan, ketangkasan, dan kekuatan tubuh juga bertambah. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya