Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Masalah limbah plastik saat ini sudah semakin mengkhawatirkan. Pasalnya jumlahnya semakin banyak dan mayoritas masyarakat di dunia masih apatis terhadap sampah plastik. Sebagai upaya mengurangi sampah plastik, para ilmuwan Eropa melakukan penelitian membuat plastik berbahan dasar ragi. Proyek penelitian yang diberi nama CHASSY dipimpin ahli bioteknologi, John Morrisey.
Dalam artikel yang dikutip dari Euronews, Rabu (27/3) dijelaskan pemilihan bahan ragi sebagai dasar pembuatan plastik karena banyak industri yang menggunakannya. Sebagaimana diketahui, ragi berperan penting dalam industri makanan dan minuman, seperti pembuatan roti maupun bir.
Tidak hanya itu, menurut para ilmuan ragi seakan seperti pabrik fermentasi mini di mana mampu dimanfaatkan untuk memproduksi bahan kimia, kosmetik, bahan bakar, dan lain sebagainya. Ragi dilengkapi berbagai zat yang kompleks yang sangat bermanfaat untuk membuat biomolekul. Penggunannya sendiri sederhana, sel-sel yang ada di dalam ragi cukup "diberi makan" gula, kemudian dengan proses yang baik maka akan dapat dimanfaatkan sebagai barang yang bernilai.
"Dalam beberapa kasus, konsumen tidak akan tahu perbedaannya karena produk plastik yang terbuat dari ragi amat mirip dengan produk plastik yang sudah diproduksi sebelumnya," kata Morrisey.
Tidak hanya itu, molekul plastik yang berbasis bio memiliki potensi yang baik untuk menghasilkan molekul-molekul yang mudah terurai secara alami.
"Menjadi masalah besar adalah plastik yang berasal dari industri kimia, tidak dapat terurai secara hayati. Kami mendengar banyak pembicaraan tentang polusi plastik lautan dan sebagainya. Sekarang ada potensi menggunakan ragi, atau mikroba lain, untuk menghasilkan molekul yang digunakan membuat plastik yang dapat terurai secara hayati," imbuh Morrisey.
CHASSY adalah proyek yang melibatkan 10 mitra yang didanai Leadership Priority of the EU Horizon 2020. Pengembangan bioteknologi sendiri saat ini tengah gencar dilakukan di Eropa karena dianggap sebagai salah satu teknologi kunci yang akan mempertahankan daya saing industri Eropa di masa depan. (M-3)
Baca juga : Perusahaan bakal Diwajibkan Jemput Sampah Plastik
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved