Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Olahraga Beregu Ubah Otak Anak

Rizky Noor Alam
25/3/2019 18:10
Olahraga Beregu Ubah Otak Anak
Pentingnya anak olahraga beregu.(DOK.Arya Manggala)

Depresi pada orang dewasa telah lama dikaitkan dengan penyusutan hippocampus. Hippocampus yaitu bagian otak yang berperan dalam memori ingatan dan respon terhadap stress. Penelitian terbaru Universitas Washington St Louis menemukan hubungan positif antara partisipasi dalam olahraga beregu dan volume hippocampal yang lebih besar pada anak-anak. Hal itu berdampak pada tingkat stress yang lebih rendah, terutama pada anak laki-laki usia 9-11 tahun.

"Temuan kami penting karena membantu menjelaskan hubungan antara keterlibatan dalam olahraga, volume wilayah otak tertentu dan gejala depresi pada anak-anak usia 9 tahun," kata penulis penelitian tersebut, Lisa Gorham seperti yang Media Indonesia kutip dari Science Daily.

Gorham mengungkapkan keterlibatan dalam olahraga mempengaruhi volume hippocampal yang lebih besar pada anak laki-laki dan perempuan, yang mana pada anak laki-laki diikuti dengan penurunan tingkat depresi. Hubungan tersebut sangat kuat bagi anak-anak yang berpartisipasi dalam olahraga yang melibatkan struktur, seperti tim sekolah, liga non-sekolah atau pelajaran reguler, dibandingkan keterlibatan informal dalam olahraga.

Temuan ini juga meningkatkan kemungkinan menarik ada beberapa manfaat tambahan dari tim atau komponen olahraga yang terstruktur. Seperti interaksi sosial atau kedisiplinan. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel secara nasional dari 4.191 anak usia 9-11 tahun. Orangtua turut dilibatkan dengan memberikan informasi tentang anak mereka dalam olahraga dan kegiatan lainnya serta tentang gejala depresi yang dialami. Tidak hanya itu, pemindaian otak anak-anak juga dilakukan untuk memberikan data volume hippocampal bilateral mereka.

Baca juga : Anak-anak pun Rentan Mengalami Depresi

Sementara itu, penelitian lain menunjukkan dampak positif dari olahraga pada depresi dan hubungannya dengan volume hippocampal pada orang dewasa. Partisipasi dalam olahraga tim mungkin memiliki efek anti-depresi yang serupa pada anak-anak praremaja. Tidak hanya itu, hasil penelitian juga menunjukkan ada hubungan antara keterlibatan olahraga dan volume hippocampal pada anak perempuan. Tetapi efeknya tidak seperti pada anak laki-laki (menurunkan tingkat depresi). Hal tersebut mungkin disebabkan ada berbagai faktor lain yang mempengaruhi tingkat depresi pada anak perempuan.

"Temuan ini akan meningkatkan kemungkinan menarik untuk membuka pekerjaan baru dalam mencegah dan mengobati depresi pada anak-anak," imbuh Gorham.

Dampak olahraga beregu pada perkembangan otak dan suasana hati akan memberikan dukungan yang kuat untuk mendorong anak-anak berpartisipasi dalam olahraga terstruktur yang menyediakan olahraga dan interaksi sosial.

"Hasil yang menarik ini memberikan petunjuk penting tentang bagaimana olahraga bermanfaat bagi suasana hati pada anak-anak dan mengungkapkan peran penting yang dimainkan gender dalam efek ini," kata Cameron Carter, MD, editor Biologi Psikiatri: Neuroscience Kognitif dan Neuroimaging dan profesor psikiatri dan psikologi di Universitas California, Davis. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya