Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Lovers’ Arch Italia Runtuh, Ikon Romantis "Gerbang Kekasih" Hancur Diterjang Badai

Thalatie K Yani
17/2/2026 05:33
Lovers’ Arch Italia Runtuh, Ikon Romantis
Lovers’ Arch di Italia sebelum runtuh(Unsplash)

SEBUAH situs kecantikan pesisir Italia yang tersohor dengan sebutan “Gerbang Kekasih” (Lovers’ Arch) runtuh diterjang badai dahsyat tepat pada hari Valentine. Peristiwa ini disebut pejabat setempat sebagai sebuah "pukulan telak bagi hati."

Ikon wisata yang terletak di Faraglioni di Sant’Andrea, Salento, wilayah yang dikenal sebagai tumit "sepatu bot" Italia, ini telah menarik pengunjung selama berabad-abad. Tradisi lokal meyakini pasangan yang berciuman di bawah lengkungan tebing batu tersebut ditakdirkan untuk memiliki cinta abadi. Namun, struktur rapuh itu akhirnya menyerah pada kekuatan alam setelah badai hebat menyapu Italia selatan akhir pekan lalu.

Kehilangan Besar bagi Pariwisata

Runtuhnya lengkungan batu kapur (calcarenite) tersebut kini hanya menyisakan tumpukan puing di perairan Adria yang biru. Wali Kota Melendugno, Maurizio Cisternino, menyatakan bahwa insiden ini merusak citra pariwisata wilayah Puglia secara mendalam.

"Ini merupakan pukulan telak bagi citra Salento dan pariwisata," ujar Cisternino kepada CNN. "Ini adalah pukulan bagi hati."

Situs ini awalnya merupakan pos pengintai strategis untuk memperingatkan keberadaan bajak laut sebelum akhirnya menjadi magnet bagi pasangan kekasih sejak akhir abad ke-18. Dalam beberapa tahun terakhir, popularitasnya melonjak berkat media sosial, menarik ribuan pasangan untuk melamar kekasih atau merayakan pernikahan di sana.

Seorang warga lokal, Lorenzo Barlato, yang melamar istrinya di tebing tersebut 40 tahun lalu, mengungkapkan kesedihannya. "Saya tidak sabar untuk kembali. Sekarang, sayangnya, yang tersisa hanyalah foto-foto indah yang saya ambil dari potongan surga itu," tulisnya di Facebook.

Tragedi yang Sudah Terprediksi

Para ahli menilai perubahan iklim dan kenaikan suhu laut menjadi pendorong cuaca ekstrem yang menghancurkan struktur tebing tersebut. Sebelumnya, lengkungan ini sudah mengalami kerusakan akibat Siklon Harry pada Januari lalu.

Kekhawatiran akan kerapuhan Lovers’ Arch sebenarnya sudah muncul sejak lama. Pada 2024, otoritas setempat sempat mengajukan hibah sebesar 4,5 juta dolar AS untuk proyek pelestarian pesisir, namun permohonan tersebut gagal.

"Ini adalah tragedi yang kami tahu tidak terelakkan, kami hanya tidak menyangka hal itu terjadi begitu cepat," ungkap Cisternino kepada media lokal. Kepada CNN, ia menambahkan, "Alam telah mengambil kembali lengkungan itu, sebagaimana alam menciptakannya. Alam telah bertransformasi: apa yang ada 30 tahun lalu kini sudah tidak ada lagi."

Pemerintah kota menyatakan sisa-sisa reruntuhan akan dibiarkan hanyut ke laut. Penasihat pariwisata Puglia, Francesco Stella, menggambarkan suasana di lokasi tersebut layaknya sebuah pemakaman bagi salah satu tempat paling membahagiakan di Italia. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik