Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Hujan Meteor Lyrid Datang Lagi, Langit April 2026 Jadi Lebih Dramatis

N Apuan Iskandar
26/3/2026 20:20
Hujan Meteor Lyrid Datang Lagi, Langit April 2026 Jadi Lebih Dramatis
ilustrasi.(Freepik.)

LANGIT malam pada April 2026 kembali menghadirkan suguhan alam yang menarik untuk disaksikan. Salah satu fenomena yang paling dinanti adalah hujan meteor Lyrid, yang dikenal sebagai salah satu hujan meteor tertua dalam catatan sejarah astronomi.

Berdasarkan data dari NASA, hujan meteor Lyrid aktif setiap tahun pada pertengahan hingga akhir April. Pada tahun 2026, puncaknya diperkirakan terjadi pada 21 hingga 22 April, dengan potensi kemunculan sekitar 10 hingga 20 meteor per jam dalam kondisi langit yang gelap dan cerah.

Fenomena ini terjadi akibat Bumi melintasi jejak debu yang ditinggalkan oleh komet Comet C/1861 G1 Thatcher. Partikel debu tersebut masuk ke atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi dan terbakar, menciptakan kilatan cahaya yang terlihat sebagai meteor. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak hujan meteor besar lainnya, Lyrid dikenal kerap menghadirkan meteor terang yang muncul secara tiba-tiba.

Bagi masyarakat di Indonesia, fenomena ini dapat diamati mulai tengah malam hingga menjelang fajar. Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah saat langit berada dalam kondisi gelap, jauh dari polusi cahaya perkotaan. Arah pandang yang disarankan adalah ke langit timur laut, di mana titik radian hujan meteor ini berada.

Selain hujan meteor, April 2026 juga akan diwarnai oleh fase Bulan purnama yang cukup terang. Kondisi ini berpotensi mengurangi visibilitas meteor, terutama saat puncak berlangsung. Oleh karena itu, pengamatan tetap bisa dilakukan beberapa hari sebelum atau setelah puncak untuk mendapatkan pengalaman yang lebih optimal.

Menurut International Meteor Organization, faktor cuaca menjadi penentu utama keberhasilan pengamatan. Langit cerah tanpa awan serta minim gangguan cahaya buatan akan meningkatkan peluang untuk melihat meteor secara langsung.

Fenomena ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit tanpa memerlukan alat khusus. Cukup dengan mata telanjang dan lokasi yang tepat, hujan meteor Lyrid bisa menjadi pengalaman yang berkesan, baik bagi pecinta astronomi maupun masyarakat umum.

Dengan hadirnya hujan meteor ini, April 2026 menjadi momen yang tepat untuk kembali meluangkan waktu sejenak, menatap langit, dan menyaksikan langsung salah satu peristiwa alam yang telah berlangsung selama ribuan tahun. (NASA, International Meteor Organization/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya