Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Ilmuwan Temukan Cara Cepat Lacak Planet Tersembunyi lewat Sinyal Bintang

Nadhira Izzati A
11/3/2026 23:20
Ilmuwan Temukan Cara Cepat Lacak Planet Tersembunyi lewat Sinyal Bintang
Ilustrasi sebuah Eksoplanet, Kepler-1649c, sedang mengorbit di sekitar bintang induknya, yaitu bintang katai merah.(Doc NASA)

PARA astronom baru saja menemukan sebuah "jalan pintas" yang menjanjikan dalam misi perburuan planet di luar tata surya kita atau eksoplanet. Berdasarkan studi terbaru yang diterbitkan pada akhir Februari 2026, para ilmuwan kini dapat mengidentifikasi bintang yang kemungkinan besar memiliki sistem planet hanya dengan melacak sinyal samar pada cahaya bintang tersebut.

Teknik ini diprediksi akan membuat pencarian objek langit menjadi jauh lebih efisien dan tidak lagi bersifat acak seperti sebelumnya. Metode inovatif ini berfokus pada aktivitas magnetik sebuah bintang.

Tim peneliti menemukan bahwa bintang yang tampak memiliki aktivitas magnetik rendah justru sering kali menjadi rumah bagi planet-planet yang mengorbit sangat dekat. 

Hal ini terjadi karena debu dan gas dari planet yang hancur akibat radiasi intens bintang tersebut akan menyerap frekuensi cahaya tertentu. Penyerapan cahaya inilah yang secara artifisial membuat bintang tersebut terlihat kurang aktif secara magnetik, sehingga menjadi petunjuk kuat keberadaan dunia tersembunyi di sekitarnya.

Jejak Debu di Balik Cahaya Bintang

Fenomena ini berkaitan erat dengan nasib tragis planet-planet yang mengorbit terlalu dekat dengan bintang induknya. Radiasi intens sering kali mengikis permukaan planet, menciptakan ekor puing layaknya komet yang dapat bertahan selama jutaan tahun. 

Salah satu contoh adalah planet K2-22b yang dianalisis oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb pada tahun 2025 lalu. Puing-puing yang mengelilingi bintang inilah yang menjadi "clutter" atau gangguan yang justru membantu astronom mempersempit target pencarian mereka.

Untuk menguji hipotesis ini, Matthew Standing dari Badan Antariksa Eropa (ESA) bersama tim internasional melakukan pengamatan terhadap 24 bintang yang memiliki aktivitas magnetik rendah. 

Dengan menggunakan teleskop di European Space Observatory, Chile, mereka mengamati setiap bintang setidaknya sepuluh kali selama dua minggu. Mereka mencari perubahan kecil pada spektrum cahaya yang disebabkan oleh tarikan gravitasi planet, sebuah metode yang dikenal sebagai teknik kecepatan radial atau radial-velocity.

Potensi Ratusan Planet Baru

Studi yang dipublikasikan dalam Monthly Notices of the Royal Astronomical Society tersebut mengungkap keberadaan 24 eksoplanet dari 14 bintang yang diamati, termasuk tujuh planet yang sebelumnya tidak pernah ditemukan. 

Para peneliti menghitung bahwa tingkat keberhasilan menemukan planet dengan metode ini delapan hingga sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan survei konvensional lainnya. Hal ini memperkuat bukti bahwa bintang yang tampak "tenang" secara magnetik adalah target utama untuk menemukan planet yang sangat terpapar radiasi.

Lebih jauh lagi, tim peneliti mencoba memetakan potensi penemuan ini di lingkungan kosmik sekitar kita. Dari daftar sekitar 16.000 bintang yang berada dalam radius 1.600 tahun cahaya dari tata surya, mereka menemukan 241 bintang dengan karakteristik aktivitas magnetik rendah yang serupa. 

Berdasarkan proporsi hasil studi mereka, diperkirakan terdapat sekitar 300 planet baru yang saat ini sedang menunggu untuk ditemukan di sistem-sistem bintang tersebut. Meski sebagian besar planet ini kemungkinan besar tidak dapat huni karena suhunya yang ekstrem, penemuan ini menjadi langkah besar dalam memahami keragaman sistem planet di galaksi kita.

Sumber: Live Science



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya