Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Bintang Raksasa WOH G64 Diduga akan Meledak, Ilmuwan Amati Tanda-Tandanya

Abi Rama
03/3/2026 22:35
Bintang Raksasa WOH G64 Diduga akan Meledak, Ilmuwan Amati Tanda-Tandanya
Ilustrasi(freepik)

SALAH satu bintang terbesar yang pernah ditemukan, WOH G64, diduga tengah memasuki fase akhir kehidupannya. Sejumlah ilmuwan menilai bintang raksasa ini menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada kemungkinan ledakan supernova.

Informasi yang dilansir dari EarthSky menyebutkan, perubahan besar pada WOH G64 mulai teramati sejak 2014. Studi yang dipimpin oleh Gonzalo Munoz-Sanchez dari National Observatory of Athens dan dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy pada Senin (23/2) mengungkap bahwa bintang tersebut telah bertransformasi dari red supergiant (super raksasa merah) menjadi yellow hypergiant (hiper raksasa kuning), jenis bintang yang jauh lebih langka dan tidak stabil.

Perubahan ini dianggap signifikan karena hiper raksasa merupakan fase yang sangat singkat dalam kehidupan bintang masif sebelum akhirnya meledak sebagai supernova.

Raksasa Muda yang Hidup Cepat dan Mati Muda

Dalam skala kosmik, WOH G64 sebenarnya masih tergolong muda. Usianya diperkirakan kurang dari 5 juta tahun, jauh lebih muda dibandingkan Matahari yang berusia sekitar 4,6 miliar tahun.

Namun, berbeda dengan Matahari yang relatif stabil, bintang bermassa sangat besar seperti WOH G64 memang memiliki umur yang jauh lebih pendek. Mereka terbentuk dari awan gas dan debu raksasa yang runtuh akibat gravitasi, lalu memicu reaksi fusi nuklir di intinya. Pada fase awal, bintang membakar hidrogen, kemudian berkembang membakar helium dan membesar menjadi super raksasa merah.

WOH G64 diketahui memiliki radius lebih dari 1.500 kali radius Matahari, menjadikannya salah satu bintang terbesar yang pernah diidentifikasi. Bintang ini berada di Large Magellanic Cloud, galaksi kerdil yang mengorbit Milky Way.

Pada 2024, WOH G64 juga mencatat sejarah sebagai bintang pertama di luar galaksi kita yang berhasil dipotret secara detail menggunakan Very Large Telescope Interferometer. Hasil pengamatan menunjukkan adanya selubung debu tebal di sekelilingnya.

Lapisan Terluar WOH G64 Pernah Terlempar ke Luar Angkasa

Penelitian terbaru menjelaskan bahwa pada 2014 terjadi peristiwa besar di permukaan WOH G64. Sebagian lapisan luarnya diduga terlempar ke luar angkasa. Pelepasan materi ini bisa jadi dipicu oleh interaksi dengan bintang pendamping, yang keberadaannya terdeteksi melalui analisis spektrum cahaya.

Ketika bintang sangat besar mulai kehilangan lapisan luarnya, inti bintang akan menyusut dan suhunya meningkat. Fase ini bisa menjadi bagian dari apa yang disebut sebagai _superwind_ pra-supernova atau periode ketika bintang mengalami denyutan kuat akibat bahan bakar di intinya semakin menipis.

Meski para astronom yakin bintang sebesar WOH G64 pada akhirnya akan meledak, mereka masih belum bisa memperkirakan kapan waktu pastinya.

Akankah Kita Menyaksikan Ledakannya?

Sebagian besar bintang hidup selama puluhan juta hingga miliaran tahun. Karena itu, menyaksikan perubahan drastis dalam waktu relatif singkat merupakan kesempatan langka bagi para ilmuwan.

Jika beruntung, manusia mungkin dapat menyaksikan ledakan WOH G64 dalam rentang kehidupan saat ini. Jika benar terjadi, peristiwa tersebut bukan hanya menjadi tontonan kosmik luar biasa, tetapi juga membantu ilmuwan memahami lebih dalam bagaimana bintang-bintang raksasa berevolusi dan mengakhiri hidupnya.

Sumber: Earthsky.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya