Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
MELALUI Teleskop Subaru di Hawai, para astronom telah menemukan dua objek pendamping yang jauh, yakni sebuah planet raksasa dan sebuah katai cokelat, masing-masing mengorbit bintangnya sendiri. Temuan ini merupakan keberhasilan pertama dari proyek OASIS (Observing Accelerators with SCExAO Imaging Survey), sebuah inisiatif yang menggabungkan data presisi dari luar angkasa dengan sistem pencitraan canggih Teleskop Subaru.
Melalui studi yang terbit di The Astronomical Journal pada 3 Desember 2025 lalu, para peneliti menjelaskan betapa sulitnya menemukan objek-objek ini. Hingga saat ini, hanya sekitar 1 persen bintang yang diketahui memiliki planet masif atau katai cokelat yang dapat dipotret secara langsung dengan teleskop yang ada. Cahaya objek-objek ini sering kali "tenggelam" oleh kilauan bintang induknya yang jauh lebih terang.
Salah satu penemuan utama dalam studi ini adalah planet raksasa bernama HIP 54515 b yang terletak di konstelasi Leo, berjarak sekitar 271 tahun cahaya dari Bumi. Planet ini memiliki massa hampir 18 kali lipat Jupiter dengan jarak orbit yang mirip dengan Neptunus terhadap Matahari.
Menemukan planet ini merupakan pencapaian luar biasa karena jika dilihat dari Bumi, jarak planet dan bintangnya setara dengan melihat bola bisbol dari jarak 100 km. Keberhasilan sistem SCExAO dalam memisahkan cahaya planet dari bintangnya memungkinkan para ilmuwan untuk memotret objek masif ini dengan sangat jelas.
Selain planet tersebut, para peneliti juga menemukan katai cokelat langka bernama HIP 71618 B di konstelasi Bootes yang berjarak 169 tahun cahaya. Objek ini memiliki massa sekitar 60 kali Jupiter dan sering disebut sebagai "bintang gagal" karena meskipun terbentuk seperti bintang, massanya tidak cukup untuk memicu fusi nuklir.
HIP 71618 B menjadi sangat istimewa karena terpilih sebagai target uji coba sempurna bagi Teleskop Luar Angkasa Roman milik NASA. Teleskop tersebut digunakan untuk memotret objek yang sangat redup dengan instrumen coronagraph canggih, dan katai cokelat ini memenuhi seluruh kriteria ketat yang dibutuhkan untuk pengujian teknologi masa depan tersebut.
Proyek OASIS, yang dipimpin oleh Thayne Currie dan Masayuki Kuzuhara, mengatasi tantangan pencitraan dengan mempersempit target melalui analisis gerakan bintang. Survei ini menggunakan data dari misi Hipparcos dan Gaia milik ESA untuk melacak goyangan kecil pada bintang yang disebabkan oleh tarikan gravitasi objek tersembunyi di sekitarnya.
Begitu sebuah bintang menunjukkan tanda-tanda "tarikan" tersebut, para astronom akan mengarahkan Teleskop Subaru ke target. Dengan bantuan sistem SCExAO (Subaru Coronagraphic Extreme Adaptive Optics), mereka mampu menangkap gambar yang sangat tajam, memungkinkan pengambilan foto langsung terhadap dunia yang sebelumnya tidak terlihat.
Keberhasilan proyek OASIS membuktikan bahwa Teleskop Subaru akan terus memegang peran utama dalam penemuan astronomi, bahkan di saat generasi teleskop baru yang lebih kuat mulai beroperasi.
Sumber: ScienceDaily, SciTechDaily
Astronom menemukan eksoplanet raksasa dan sebuah brown dwarf menggunakan Teleskop Subaru di Hawaii. Temuan ini menjadi hasil pertama dari program OASIS.
Algoritma revolusioner ImageMM berhasil menghapus efek blur atmosfer di Teleskop Subaru, menghasilkan citra bintang lebih tajam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved