Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKIPUN dukungan resmi Microsoft untuk Windows 10 berakhir pada Oktober tahun lalu, nyatanya sistem operasi ini masih mendominasi pasar. Data terbaru dari StatCounter menunjukkan sekitar 42,7% pengguna komputer di seluruh dunia masih setia menggunakan Windows 10, meski Windows 11 sudah melampauinya di angka 53,7%.
Keengganan pengguna untuk pindah ke Windows 11 bukan tanpa alasan. Faktor ketidakcocokan perangkat keras (hardware), lonjakan harga komponen seperti RAM, hingga kebijakan tarif yang membuat harga laptop baru melambung, memaksa banyak orang untuk tetap bertahan dengan perangkat lama mereka. Namun, bertahan di Windows 10 tanpa jaring pengaman Microsoft membawa risiko keamanan yang nyata.
Secara visual, komputer Windows 10 memang tidak akan rusak seketika. Namun, "kiamat" kecil terjadi di balik layar. Tidak ada lagi patch keamanan berkala. Artinya, jika ditemukan celah keamanan baru, Microsoft tidak akan menambalnya, membiarkan pintu terbuka lebar bagi para peretas.
Selain masalah keamanan, pengguna mulai menghadapi hambatan fungsional. Perangkat keras terbaru seperti printer 3D hingga aplikasi canggih seperti Visual Studio dan versi terbaru Microsoft Teams kini sudah mewajibkan Windows 11. Tanpa pembaruan driver, Windows 10 perlahan akan menjadi sistem yang terisolasi.
Bagi pengguna yang belum siap melakukan upgrade, Microsoft memberikan satu "harapan terakhir" melalui program Extended Security Updates (ESU). Program ini memungkinkan pengguna rumahan mendapatkan pembaruan keamanan tambahan hingga 13 Oktober 2026.
Untuk mengaksesnya, pengguna bisa memilih beberapa metode:
Penting untuk dicatat bahwa bagi pengguna konsumen, perlindungan tambahan ini hanya tersedia untuk satu tahun, berbeda dengan sektor bisnis yang bisa memperpanjang hingga tiga tahun (meskipun dengan biaya yang berlipat ganda setiap tahunnya).
Mendaftar ESU hanyalah langkah menunda masalah, bukan solusi permanen karena program ini tidak menyediakan dukungan teknis atau fitur baru. Oleh karena itu, pengguna Windows 10 disarankan untuk mengambil langkah mandiri guna memperkuat pertahanan:
Pada akhirnya, di tengah dunia digital yang semakin rentan, tanggung jawab keamanan kini berpindah ke tangan pengguna. Berhati-hati dalam menginstal aplikasi dan menjaga perangkat lunak perlindungan tetap mutakhir adalah kunci utama agar Windows 10 Anda tetap aman digunakan di sisa usianya. (PCMag/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved