Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Makam Massal Era Viking dan Rahasia "Raksasa" Berlubang Kepala di Cambridge

Thalatie K Yani
11/2/2026 13:00
Makam Massal Era Viking dan Rahasia
Arkeolog temukan lubang berisi 10 jenazah era Viking di Cambridge. Salah satunya kerangka pria raksasa yang pernah menjalani operasi otak kuno.(University of Cambridge)

TIM arkeolog dari Universitas Cambridge berhasil mengungkap temuan mengerikan di pinggiran kota Cambridge, Inggris. Sebuah lubang dari Zaman Viking ditemukan berisi sisa-sisa jenazah dari 10 orang yang termutilasi, termasuk kerangka seorang pria dengan tinggi badan luar biasa yang pernah menjalani operasi otak kuno.

Ekskavasi yang dilakukan pada musim panas 2025 di Wandlebury Country Park ini mengungkap sisi kelam konflik abad ke-9 antara bangsa Saxon dan Viking. Di dalam lubang berukuran 4 x 1 meter tersebut, para ahli menemukan empat kerangka utuh, kumpulan tengkorak tanpa tubuh, serta tumpukan tulang kaki yang semuanya milik pria muda.

Bukti Kekejaman Perang dan Hukuman 

Oscar Aldred, arkeolog dari Unit Arkeologi Cambridge, menjelaskan posisi kepala dan anggota tubuh yang terpisah, ditambah bukti adanya ikatan, menunjukkan para pria ini mengalami kematian yang sangat kejam.

"Mungkin saja beberapa bagian tubuh yang terpisah tersebut sebelumnya dipajang sebagai piala (trofi), lalu dikumpulkan dan dikuburkan bersama orang-orang yang dieksekusi atau dibantai," ujar Aldred.

Berdasarkan penanggalan karbon pada salah satu kerangka yang merujuk pada rentang tahun 772 hingga 891, para ahli menduga makam ini berkaitan erat dengan konflik perbatasan antara Saxon dan Viking. Namun, karena kurangnya luka trauma khas pertempuran abad pertengahan, para korban kemungkinan bukan tewas di medan perang, melainkan penerima hukuman fisik di Wandlebury, yang kala itu dikenal sebagai tempat pertemuan sakral.

Rahasia "Raksasa" yang Menjalani Operasi Otak

Salah satu temuan paling mencolok adalah kerangka seorang pemuda berusia 17 hingga 24 tahun yang terkubur dalam posisi tertelungkup. Pemuda ini memiliki tinggi badan mencapai 1,95 meter. Ukuran yang sangat fantastis untuk zaman itu, di mana rata-rata tinggi pria hanya sekitar 1,68 meter.

Penelitian lebih lanjut mengungkap lubang oval sebesar 3 cm di tengkoraknya. Ahli osteologi Trish Biers menduga pria ini menderita tumor pada kelenjar pituitari yang menyebabkan pertumbuhan hormon berlebih atau "gigantisme".

"Kondisi di otak tersebut akan menyebabkan peningkatan tekanan di dalam tengkorak, yang memicu sakit kepala hebat," kata Biers.

Lubang tersebut diyakini sebagai hasil dari praktik bedah otak kuno yang disebut trepanation, tindakan melubangi tengkorak untuk meredakan tekanan pada otak. Praktik ini menunjukkan tingkat pengetahuan medis yang cukup maju pada masa itu untuk menangani trauma kepala.

Penemuan ini menjadi momen bersejarah bagi tim arkeolog Cambridge karena merupakan pertama kalinya sisa-sisa manusia ditemukan di lokasi tersebut sejak 1976. Saat ini, tim ahli berencana melakukan analisis DNA dan kimia lebih lanjut untuk menyelidiki kesehatan serta silsilah para korban guna memastikan apakah mereka benar-benar merupakan bangsa Viking. (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya