Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Memasuki bulan Februari 2026, jagat digital tampak lebih sunyi dari biasanya bagi para pegiat aset digital. Data terbaru dari Google Trends menunjukkan bahwa volume pencarian global untuk kata kunci "crypto" kini berada di level 30 dari 100, mendekati titik terendah dalam 12 bulan terakhir.
Fenomena ini memicu pertanyaan besar, apakah era keemasan aset digital telah berakhir, ataukah ini hanyalah fase hening sebelum badai berikutnya?
Dalam dunia investasi, Google Trends bukan sekadar statistik pencarian. Ia adalah cermin dari emosi massa. Skor 100 yang tercatat pada Agustus 2025 menandakan puncak euforia (FOMO), di mana setiap orang merasa perlu memiliki aset kripto. Sebaliknya, skor 30 di awal 2026 mencerminkan fase kelelahan ritel (retail exhaustion).
Penurunan ini selaras dengan kondisi pasar yang sedang mengalami tekanan hebat. Sejak mencapai puncak kapitalisasi pasar di atas US$4,2 triliun pada pertengahan 2025, pasar kripto kini menyusut hingga tersisa sekitar US$2,4 triliun. Investor ritel yang masuk di harga puncak kini cenderung menjauh, berhenti mencari informasi, dan masuk ke dalam fase apatis.
Pasar kripto saat ini berada dalam fase konsolidasi. Setelah mencapai puncak historisnya di akhir 2025, banyak investor mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) dan memindahkan dana mereka ke instrumen yang lebih defensif. Hal ini menyebabkan volume perdagangan kripto melandai, berbanding terbalik dengan antrean di butik-butik logam mulia.
Secara historis, tahun 2026 memang diprediksi sebagai tahun konsolidasi atau bear market ringan. Setelah lonjakan besar pasca-halving Bitcoin 2024 yang membawa harga ke level tertinggi baru di US$126.000 pada Oktober 2025, pasar secara alami membutuhkan periode pendinginan.
Berbeda dengan siklus 2018 atau 2022, penurunan kali ini tidak disertai dengan kepanikan total yang menghancurkan harga hingga 80%. Kehadiran ETF Spot dan partisipasi institusional memberikan "lantai harga" yang lebih kuat. Namun, bagi investor ritel yang terbiasa dengan pertumbuhan instan, pergerakan menyamping (sideways) ini terasa membosankan, sehingga minat pencarian pun merosot tajam.
Meskipun pencarian publik turun, data dari dompet-dompet besar atau whales menunjukkan akumulasi yang konsisten. Ini membuktikan bahwa meskipun "keramaian" di permukaan menghilang, fondasi di bawahnya tetap aktif.
Keheningan di Google Trends sering kali menjadi sinyal kontrarian. Saat massa berhenti mencari, tekanan jual dari sektor ritel biasanya sudah mencapai titik jenuh. Ini adalah momen di mana institusi dan investor berpengalaman mulai menyusun posisi untuk siklus berikutnya.
| Indikator Pasar | Kondisi Februari 2026 |
|---|---|
| Skor Google Trends (Global) | 30 / 100 (Mendekati Terendah) |
| Fear & Greed Index | Extreme Fear (Level 5-9) |
| Volume Trading Harian | Turun ~43% dari Puncak Jan 2026 |
Penurunan minat pencarian kripto di Google hingga mendekati titik terendah tahunan adalah refleksi alami dari siklus pasar. Bagi investor, periode ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi tanpa gangguan kebisingan pasar. Keheningan digital bukanlah tanda kematian, melainkan tanda pergantian kepemilikan aset dari tangan yang lemah ke tangan yang lebih kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved