Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
BULAN Februari memang lebih singkat dibanding bulan lainnya, tetapi menyimpan banyak peristiwa astronomi menarik untuk disaksikan.
Sepanjang bulan ini, pengamat langit akan dimanjakan dengan bulan purnama, hujan meteor, gerhana matahari, konjungsi planet, parade enam planet, hingga kembalinya tampilan inti Galaksi Bima Sakti.
Ditambah potensi aurora yang meningkat akibat aktivitas Matahari, Februari menjadi waktu ideal untuk kembali menengadah ke langit malam.
1. Bulan Purnama Salju — 1 Februari
Bulan purnama Februari, yang dikenal sebagai snow moon atau bulan purnama salju, mencapai puncak penerangannya pada 1 Februari sekitar pukul 17.00 ET.
Meski bukan supermoon, bulan akan tampak indah, terutama saat terbit di cakrawala bertepatan dengan matahari terbenam, ketika warnanya terlihat oranye terang.
Nama “bulan salju” merujuk pada musim dingin dengan curah salju lebat yang biasa terjadi pada periode ini.
2. Puncak Hujan Meteor Alpha Centaurid — 8 Februari
Hujan meteor Alpha Centaurid berlangsung dari 31 Januari hingga 20 Februari dan mencapai puncaknya pada 8 Februari. Di bawah langit gelap, pengamat dapat melihat hingga enam meteor per jam.
Fenomena ini paling jelas terlihat di Belahan Bumi Selatan, namun wilayah selatan Belahan Bumi Utara masih berpeluang menyaksikannya setelah tengah malam, dengan titik radian di sekitar rasi Centaurus.
3. Gerhana Matahari Cincin — 17 Februari
Pada 17 Februari, gerhana matahari cincin atau ring of fire akan terjadi. Fenomena ini muncul ketika Bulan berada terlalu jauh dari Bumi untuk menutupi Matahari sepenuhnya, sehingga menyisakan cincin cahaya di sekelilingnya.
Fase cincin penuh hanya terlihat di Antartika dan Samudra Hindia bagian selatan, sementara wilayah selatan Belahan Bumi Selatan dapat menyaksikan gerhana sebagian.
4. Konjungsi Bulan dan Merkurius — 18 Februari
Sehari setelah bulan baru, bulan sabit tipis akan tampak berdekatan dengan Merkurius pada 18 Februari setelah matahari terbenam. Fenomena ini dapat diamati selama satu hingga dua jam di cakrawala barat. Saturnus dan Venus juga akan tampak tidak jauh dari pasangan ini.
5. Elongasi Timur Terbesar Merkurius — 19 Februari
Merkurius mencapai elongasi timur terbesarnya pada 19 Februari, menjadikannya berada pada jarak sudut terjauh dari Matahari. Kondisi ini merupakan salah satu waktu terbaik untuk mengamati planet terkecil di Tata Surya, yang biasanya sulit terlihat karena silau cahaya Matahari.
6. Bulan Sabit Bertemu Saturnus — 19 Februari
Masih pada tanggal yang sama, bulan sabit muda berusia sekitar dua hari akan tampak melintas dekat Saturnus. Keduanya dapat diamati di langit barat selama sekitar dua jam setelah matahari terbenam.
7. Bulan Mendekati Gugusan Pleiades — 23 Februari
Pada 23 Februari, bulan sabit yang semakin terang akan tampak berdekatan dengan gugusan bintang Pleiades. Keduanya terlihat di langit barat daya setelah matahari terbenam dan bergerak ke arah barat hingga sekitar pukul 02.00 dini hari.
8. Parade Enam Planet — Akhir Februari
Mulai sekitar 20 Februari hingga awal Maret, enam planet dapat diamati membentuk parade di langit malam. Venus, Merkurius, dan Saturnus tampak rendah di barat setelah senja, sementara Jupiter terlihat lebih tinggi di langit timur. Uranus dan Neptunus juga hadir, meski memerlukan teleskop atau teropong.
9. Kembalinya Inti Galaksi Bima Sakti — Akhir Februari
Akhir Februari menandai kembalinya tampilan inti Galaksi Bima Sakti di langit Belahan Bumi Utara. Inti galaksi mulai muncul di cakrawala tenggara menjelang fajar dan akan semakin mudah diamati pada bulan-bulan berikutnya, terutama dari lokasi dengan langit gelap dan minim polusi cahaya. (National Geographic Channel/Z-1)
Jangan lewatkan fenomena okultasi lunar akhir pekan ini. Bintang terang Regulus akan menghilang di balik "Snow Moon" dan dapat dilihat dengan mata telanjang.
Bulan Purnama terakhir tahun ini, secara tradisional disebut Cold Moon karena menandai masuknya musim dingin di belahan Bumi Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved