Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan kembali menemukan spesies dinosaurus baru yang memperkaya catatan kehidupan purba di Bumi. Kali ini, fosil dinosaurus raksasa dari kelompok titanosaurus berhasil diidentifikasi di wilayah Patagonia, Argentina. Spesies tersebut diperkirakan hidup sekitar 83 juta tahun lalu, pada periode Kapur Akhir (Late Cretaceous).
Dinosaurus baru itu diberi nama Yeneen houssayi. Penemuan ini dilaporkan oleh tim paleontolog dan dipublikasikan dalam jurnal Historical Biology pada 12 Januari 2026, sebagaimana dilansir dari laman Sci.News.
Yeneen houssayi termasuk dalam kelompok Titanosauria, yaitu dinosaurus berleher panjang, bertubuh besar, dan pemakan tumbuhan. Kelompok ini dikenal sebagai salah satu sauropoda paling sukses dan tersebar luas di benua purba Gondwana, yang mencakup wilayah Amerika Selatan, Afrika, Antarktika, dan Australia saat ini.
Menurut paleontolog Dr. Leonardo Filippi dari CONICET dan Museo Municipal Argentino Urquiza, dinosaurus ini memiliki kepala yang relatif kecil dibandingkan ukuran tubuhnya. Secara fisik, Yeneen houssayi diperkirakan memiliki panjang antara 10 hingga 12 meter dan berat sekitar 8 sampai 10 ton.
Fosil Yeneen houssayi ditemukan di Formasi Bajo de la Carpa, tepatnya di lokasi Cerro Overo–La Invernada, Provinsi Neuquén, Patagonia, Argentina. Temuan ini menjadi salah satu fosil titanosaurus paling lengkap yang pernah ditemukan di wilayah tersebut.
Sisa-sisa kerangka yang berhasil diidentifikasi meliputi enam tulang leher (vertebra servikal), sepuluh tulang punggung beserta rusuknya, sakrum, serta ruas pertama tulang ekor. Kelengkapan fosil ini memungkinkan para ilmuwan mempelajari anatomi dan hubungan evolusioner dinosaurus tersebut secara lebih mendalam.
Selain fosil utama Yeneen houssayi, para peneliti juga menemukan sisa-sisa setidaknya dua sauropoda lain di lokasi yang sama. Fosil tersebut mencakup satu individu muda dan satu individu dewasa dari spesies titanosaurus lain yang hingga kini belum diberi nama.
Analisis filogenetik menunjukkan bahwa Yeneen houssayi memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan Narambuenatitan dan Overosaurus. Spesies ini tergolong sebagai anggota awal dari kelompok saltasauroid non-lithostrotian yang telah berevolusi lebih lanjut.
Temuan ini menjadikan kawasan Cerro Overo–La Invernada sebagai wilayah dengan keragaman titanosaurus tertinggi dari periode Santonian di Cekungan Neuquén. Para ilmuwan menilai wilayah ini sangat penting untuk memahami evolusi dinosaurus pada masa Kapur Akhir.
Bukti fosil menunjukkan bahwa pada periode tersebut, setidaknya dua garis keturunan dinosaurus raksasa, yaitu Collossosauria dan Saltasauroidea, hidup berdampingan di wilayah ini.
Sumber: Sci.News.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved