Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Role Player Adalah: Mengenal Dunia RP, Istilah Unik, dan Aturan Mainnya

Thalatie K Yani
19/1/2026 10:17
Role Player Adalah: Mengenal Dunia RP, Istilah Unik, dan Aturan Mainnya
Ilustrasi(freepik)

Di era media sosial yang semakin berkembang, muncul berbagai subkultur dan komunitas unik yang menarik perhatian, salah satunya adalah dunia Roleplay atau RP. Secara definisi sederhana, role player adalah kegiatan bermain peran di mana seseorang bertindak seolah-olah menjadi orang lain, biasanya tokoh terkenal, idola K-Pop, karakter anime, atau bahkan karakter orisinal buatan sendiri di media sosial. Fenomena ini sangat populer di kalangan remaja Indonesia, khususnya di platform seperti Telegram, Twitter (sekarang X), Instagram, dan WhatsApp.

Berbeda dengan bermain video game bergenre RPG (Role-Playing Game) yang memiliki visual grafis dan sistem permainan terkomputerisasi, aktivitas role player di media sosial lebih berfokus pada interaksi tekstual dan visual melalui unggahan foto atau video. Para pemain atau yang sering disebut sebagai "RPer" akan meminjam wajah (face claim) dari idola mereka dan berinteraksi dengan pemain lain sesuai dengan karakter yang mereka bangun, tanpa mengungkapkan identitas asli mereka di dunia nyata.

Tujuan dan Jenis-Jenis Role Player

Tujuan utama dari bermain RP adalah untuk hiburan, melatih kemampuan menulis, serta mencari teman baru dengan minat yang sama. Namun, seiring berjalannya waktu, komunitas ini berkembang menjadi jejaring sosial yang kompleks dengan berbagai jenis permainan:

  • RP Parody: Pemain memerankan tokoh terkenal dengan gaya humor atau pelesetan untuk menghibur pengikutnya.
  • RP OOC (Out of Character): Meskipun menggunakan foto profil idola, pemain lebih sering berbicara sebagai dirinya sendiri di balik layar (admin) daripada memerankan karakter idola tersebut.
  • RP IC (In Character): Pemain berusaha sekeras mungkin meniru gaya bicara, kebiasaan, dan kepribadian tokoh yang diperankannya secara totalitas tanpa mencampurkan urusan dunia nyata.
  • RP AU (Alternate Universe): Pemain menggunakan wajah idola, namun menempatkan mereka dalam cerita atau latar belakang kehidupan yang berbeda dari aslinya, misalnya idola K-Pop yang diperankan sebagai mahasiswa lokal di Indonesia.

Kamus Istilah Penting dalam Dunia Role Player

Bagi pemula yang baru terjun atau orang tua yang ingin memahami aktivitas anaknya, dunia RP memiliki "bahasa gaul" atau terminologi tersendiri yang mungkin membingungkan. Berikut adalah daftar istilah yang wajib diketahui dalam komunitas role player adalah sebagai berikut:

1. Istilah Dasar Karakter

  • Char/Chara: Karakter yang dimainkan.
  • FC (Face Claim): Wajah artis atau tokoh yang "dipinjam" untuk dijadikan visual karakter.
  • Muse: Sebutan lain untuk karakter atau tokoh yang diperankan.
  • RL (Real Life): Kehidupan nyata pemain di balik akun RP. Identitas RL biasanya bersifat privasi.

2. Istilah Interaksi

  • IC (In Character): Sedang berperan penuh sesuai karakter.
  • OOC (Out of Character): Sedang berbicara di luar karakter atau sebagai pemilik akun asli. Biasanya ditandai dengan penggunaan kurung seperti (...) atau [...].
  • Imagine: Narasi khayalan tentang interaksi dengan idola.
  • Plot: Alur cerita yang dibuat untuk dimainkan bersama lawan main.
  • LRC (Long Reply Chat): Gaya obrolan dengan balasan yang panjang dan deskriptif, biasanya disukai oleh pemain yang gemar menulis narasi.

3. Istilah Hubungan dalam RP

  • CP (Couple): Pasangan dalam dunia RP. Perlu diingat, ini hanya pasangan fiksi dalam permainan, bukan di dunia nyata.
  • Fams/Bestie: Keluarga atau sahabat dalam dunia roleplay.
  • Ubab: Istilah slang (kebalikan dari 'babu') yang merujuk pada teman yang mau disuruh-suruh atau sangat dekat.
  • Need: Status yang menandakan pemain sedang mencari teman, pasangan, atau keluarga baru (contoh: Need CP, Need Fams).

4. Istilah Teknis Akun

  • Newbie: Pemain baru.
  • Deak/Deactive: Menghapus atau menonaktifkan akun RP, biasanya karena bosan atau sibuk di dunia nyata (RL).
  • Hiatus: Istirahat sejenak dari aktivitas RP tanpa menghapus akun.
  • LPM (Lapak Promosi): Grup atau tempat khusus untuk mempromosikan akun agar mendapatkan teman baru.
  • SFS (Sub for Sub): Saling subscribe atau follow antar kanal/akun untuk menambah pengikut.

Aturan Main dan Etika dalam Role Player

Meskipun bersifat permainan bebas, komunitas RP memiliki aturan tidak tertulis yang harus dijaga agar ekosistem permainan tetap sehat dan tidak merugikan pihak lain. Memahami etika ini sangat krusial karena pelanggaran sering kali berujung pada konflik daring atau cyberbullying.

Menjaga Privasi (No Real Life Information)

Aturan emas dalam RP adalah memisahkan dunia maya dan dunia nyata. Pemain dilarang keras menyebarkan foto asli, alamat, atau data pribadi milik pemain lain (doxing). Identitas asli di balik akun RP (sering disebut sebagai "admin" atau "mun") adalah rahasia, kecuali jika kedua belah pihak setuju untuk bertukar kontak pribadi (mutualan akun pribadi).

Tidak Merusak Citra Idola (Face Claim)

Karena pemain meminjam wajah orang lain (artis/tokoh publik), mereka memiliki tanggung jawab moral untuk tidak melakukan hal-hal yang mencemarkan nama baik tokoh tersebut. Misalnya, membuat konten pornografi, rasisme, atau ujaran kebencian dengan menggunakan wajah idola adalah pelanggaran berat dalam etika role player adalah sesuatu yang harus dihindari.

Memahami Batasan Fiksi dan Realita

Pemain harus sadar bahwa hubungan yang terjalin (seperti couple atau musuh) hanyalah sebatas peran. Terbawa perasaan (baper) hingga ke dunia nyata sering kali menjadi masalah psikologis bagi pemain remaja yang belum bisa membedakan afeksi fiksi dan realita. Penting untuk selalu mengingat bahwa lawan main juga memiliki kehidupan nyata (RL) yang harus dihormati.

Dampak Positif dan Negatif Bermain RP

Seperti pisau bermata dua, aktivitas role player memiliki sisi manfaat dan risiko yang perlu diwaspadai, terutama bagi orang tua yang mengawasi anak remajanya.

Dampak Positif:

  • Meningkatkan kreativitas dalam menulis cerita dan membangun karakter.
  • Melatih kemampuan berbahasa asing (Inggris atau Korea) karena banyak istilah asing yang digunakan.
  • Memperluas jejaring pertemanan dari berbagai daerah bahkan negara.
  • Menjadi sarana hiburan dan pelepasan stres (coping mechanism).

Dampak Negatif:

  • Kecanduan gawai hingga melupakan kewajiban di dunia nyata (sekolah/pekerjaan).
  • Risiko terpapar konten dewasa (NSFW) atau percakapan yang tidak pantas (Cybersex).
  • Krisis identitas karena terlalu nyaman menjadi orang lain.
  • Potensi penipuan atau kejahatan siber jika data pribadi bocor.

Kesimpulannya, role player adalah wadah kreativitas digital yang menyenangkan jika dilakukan dengan bijak dan batasan yang jelas. Bagi para pemain, menjaga keseimbangan antara kehidupan RP dan RL (Real Life) adalah kunci utama agar hobi ini tidak berubah menjadi obsesi yang merugikan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik