Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Di era media sosial yang semakin berkembang, muncul berbagai subkultur dan komunitas unik yang menarik perhatian, salah satunya adalah dunia Roleplay atau RP. Secara definisi sederhana, role player adalah kegiatan bermain peran di mana seseorang bertindak seolah-olah menjadi orang lain, biasanya tokoh terkenal, idola K-Pop, karakter anime, atau bahkan karakter orisinal buatan sendiri di media sosial. Fenomena ini sangat populer di kalangan remaja Indonesia, khususnya di platform seperti Telegram, Twitter (sekarang X), Instagram, dan WhatsApp.
Berbeda dengan bermain video game bergenre RPG (Role-Playing Game) yang memiliki visual grafis dan sistem permainan terkomputerisasi, aktivitas role player di media sosial lebih berfokus pada interaksi tekstual dan visual melalui unggahan foto atau video. Para pemain atau yang sering disebut sebagai "RPer" akan meminjam wajah (face claim) dari idola mereka dan berinteraksi dengan pemain lain sesuai dengan karakter yang mereka bangun, tanpa mengungkapkan identitas asli mereka di dunia nyata.
Tujuan utama dari bermain RP adalah untuk hiburan, melatih kemampuan menulis, serta mencari teman baru dengan minat yang sama. Namun, seiring berjalannya waktu, komunitas ini berkembang menjadi jejaring sosial yang kompleks dengan berbagai jenis permainan:
Bagi pemula yang baru terjun atau orang tua yang ingin memahami aktivitas anaknya, dunia RP memiliki "bahasa gaul" atau terminologi tersendiri yang mungkin membingungkan. Berikut adalah daftar istilah yang wajib diketahui dalam komunitas role player adalah sebagai berikut:
Meskipun bersifat permainan bebas, komunitas RP memiliki aturan tidak tertulis yang harus dijaga agar ekosistem permainan tetap sehat dan tidak merugikan pihak lain. Memahami etika ini sangat krusial karena pelanggaran sering kali berujung pada konflik daring atau cyberbullying.
Aturan emas dalam RP adalah memisahkan dunia maya dan dunia nyata. Pemain dilarang keras menyebarkan foto asli, alamat, atau data pribadi milik pemain lain (doxing). Identitas asli di balik akun RP (sering disebut sebagai "admin" atau "mun") adalah rahasia, kecuali jika kedua belah pihak setuju untuk bertukar kontak pribadi (mutualan akun pribadi).
Karena pemain meminjam wajah orang lain (artis/tokoh publik), mereka memiliki tanggung jawab moral untuk tidak melakukan hal-hal yang mencemarkan nama baik tokoh tersebut. Misalnya, membuat konten pornografi, rasisme, atau ujaran kebencian dengan menggunakan wajah idola adalah pelanggaran berat dalam etika role player adalah sesuatu yang harus dihindari.
Pemain harus sadar bahwa hubungan yang terjalin (seperti couple atau musuh) hanyalah sebatas peran. Terbawa perasaan (baper) hingga ke dunia nyata sering kali menjadi masalah psikologis bagi pemain remaja yang belum bisa membedakan afeksi fiksi dan realita. Penting untuk selalu mengingat bahwa lawan main juga memiliki kehidupan nyata (RL) yang harus dihormati.
Seperti pisau bermata dua, aktivitas role player memiliki sisi manfaat dan risiko yang perlu diwaspadai, terutama bagi orang tua yang mengawasi anak remajanya.
Dampak Positif:
Dampak Negatif:
Kesimpulannya, role player adalah wadah kreativitas digital yang menyenangkan jika dilakukan dengan bijak dan batasan yang jelas. Bagi para pemain, menjaga keseimbangan antara kehidupan RP dan RL (Real Life) adalah kunci utama agar hobi ini tidak berubah menjadi obsesi yang merugikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved