Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ilmuwan Temukan Cara RNA Terbentuk di Bumi Purba

Thalatie K Yani
06/1/2026 13:08
Ilmuwan Temukan Cara RNA Terbentuk di Bumi Purba
Batuan basalt dari akuifer bawah tanah yang "terbatas" mungkin telah menyediakan katalis untuk pembentukan RNA.(Steven A. Benner)

BAGAIMANA kehidupan dimulai di Bumi miliaran tahun yang lalu? Sebuah eksperimen revolusioner baru saja memberikan jawaban mengejutkan. Para ilmuwan berhasil mendemonstrasikan bagaimana RNA, molekul krusial bagi kehidupan, dapat terbentuk dengan mudah di Bumi sekitar 4,3 miliar tahun lalu.

RNA atau asam ribonukleat sering dianggap sebagai "sepupu" DNA yang lebih sederhana. Namun, dalam teori asal-usul kehidupan, RNA memegang peran kunci melalui hipotesis "Dunia RNA". Teori ini menyebutkan sebelum ada DNA, sel-sel purba menggunakan RNA untuk mereplikasi diri dan membawa informasi genetik.

Peran Tak Terduga Senyawa Borat 

Selama bertahun-tahun, para ahli kimia menghadapi hambatan besar dalam memahami pembentukan RNA secara alami. Salah satu "tersangka" utamanya adalah borat, senyawa umum di air laut yang sebelumnya dianggap menghambat reaksi kimia pembentuk RNA.

Namun, tim biokimia yang dipimpin Yuta Hirakawa dari Universitas Tohoku, Jepang, membuktikan anggapan itu salah. Dalam eksperimen yang meniru kondisi akuifer bawah tanah Bumi purba, tim mencampurkan bahan baku RNA, seperti gula ribosa, fosfat, dan nukleobasa, dengan borat dan batuan basalt. Hasilnya? RNA justru terbentuk dengan sukses.

"Borat ternyata tidak menghambat apa pun, melainkan mendukung langkah-langkah pembentukan RNA, seperti menstabilkan molekul ribosa yang biasanya tidak stabil dan memfasilitasi produksi fosfat," ungkap tim peneliti dalam laporan yang diterbitkan di jurnal PNAS.

Kaitan dengan Asteroit Bennu dan Kehidupan di Mars 

Temuan ini semakin diperkuat oleh misi NASA, OSIRIS-REx. Baru-baru ini, ilmuwan mengidentifikasi adanya gula ribosa dalam sampel asteroit Bennu. Dengan temuan ini, artinya seluruh bahan baku RNA telah ditemukan di benda luar angkasa.

Tim Hirakawa membayangkan hantaman protoplanet berukuran 500 kilometer yang kaya akan bahan baku RNA bisa saja membawa "paket kehidupan" ini ke Bumi secara massal. Kejadian ini diperkirakan berlangsung 4,3 miliar tahun lalu, atau hanya 200 juta tahun setelah Bumi lahir.

Menariknya, karena hantaman asteroit besar juga terjadi di awal sejarah Mars dan senyawa borat telah terdeteksi di Planet Merah tersebut, para ilmuwan berspekulasi bahwa kondisi yang sama untuk memproduksi RNA seharusnya juga tersedia di sana.

Tonggak Baru Tanpa Intervensi Manusia 

Penelitian ini diklaim sebagai yang pertama kalinya RNA diproduksi di laboratorium tanpa campur tangan manusia untuk memicu reaksi kimia tertentu, melainkan hanya menyediakan kondisi lingkungan yang tepat. Meskipun masih ada kritik yang menyebutkan bahwa menyiapkan bahan baku dalam tabung reaksi tetaplah bentuk intervensi, hasil ini tetap menjadi jalan pintas paling masuk akal dalam memahami munculnya organisme pertama di planet kita.

Meski RNA bukanlah "makhluk hidup", molekul ini adalah fondasi esensial bagi hampir seluruh kehidupan yang kita kenal. Jika RNA bisa terbentuk dengan cepat secara geologis, maka misteri bagaimana kehidupan bermula mungkin sudah menemui titik terangnya. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya