Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Peta Baru Ungkap Jaringan Sungai Raksasa di Mars, Jadi Lokasi Paling Potensial untuk Jejak Kehidupan

Thalatie K Yani
12/12/2025 09:59
Peta Baru Ungkap Jaringan Sungai Raksasa di Mars, Jadi Lokasi Paling Potensial untuk Jejak Kehidupan
Ilmuwan berhasil memetakan sistem drainase kuno berskala benua di Mars untuk pertama kalinya. Temuan ini mengungkap 16 mega-basin yang berpotensi menjadi lokasi terbaik pencarian jejak kehidupan masa lalu.(NASA/JPL-Caltech/University of Arizona)

UNTUK pertama kalinya, para ilmuwan berhasil memetakan jaringan sungai kuno berskala benua di Mars. Sistem yang diyakini sebagai salah satu lokasi paling menjanjikan untuk mencari tanda-tanda kehidupan masa lampau.

Miliaran tahun lalu, sebelum berubah menjadi gurun beku seperti sekarang, air mengalir dalam jumlah besar di permukaan Mars. Jejaknya terlihat dari lembah sungai kering, tepian kawah yang tergerus aliran air, hingga ngarai luas yang mengindikasikan keberadaan sistem hidrologi purba. Meski ribuan aliran sungai telah diidentifikasi, para peneliti sebelumnya belum mengetahui bagaimana saluran itu saling terhubung atau apakah Mars pernah memiliki sistem sungai terpadu seperti di Bumi.

“Kami sudah lama mengetahui keberadaan sungai di Mars,” kata Timothy Goudge, asisten profesor di University of Texas at Austin. “Namun kami belum mengetahui sejauh mana sungai-sungai tersebut terorganisasi dalam sistem drainase besar di skala global.”

Menghubungkan Jejak Air di Masa Lalu

Dalam studi terbaru, Goudge dan timnya menggabungkan puluhan tahun observasi orbit dan peta yang telah dipublikasikan sebelumnya, termasuk data dari wahana NASA Mars Odyssey yang telah memetakan lebih dari 90% permukaan Mars. Dari data tersebut, mereka menelusuri hubungan antara lembah, dasar danau purba, dan ngarai besar untuk memetakan jaringan drainase kuno.

“Kami melakukan hal paling sederhana yang bisa dilakukan. Kami hanya memetakan dan menyusunnya,” ujar Abdallah Zaki, peneliti pascadoktoral yang memimpin studi tersebut.

Di wilayah yang mengalami erosi berat atau terganggu dampak tumbukan, para peneliti meninjau topografi dan orientasi lembah sekitarnya untuk memperkirakan aliran sungai purba.

Hasilnya menunjukkan Mars kuno terdiri dari sejumlah cekungan air terisolasi. Namun beberapa mega-basin berperan sebagai ‘sabuk konveyor’ planet, mengangkut nutrisi dan potensi biosignature dalam jarak yang sangat jauh.

Tim mengidentifikasi 16 basin utama yang masing-masing mencakup area minimal 100.000 kilometer persegi, ukuran standar untuk mendefinisikan basin sungai besar di Bumi. Secara total, jaringan ini pernah meliputi sekitar 4 juta kilometer persegi atau 5% permukaan Mars kuno. Angka ini kemungkinan konservatif mengingat banyak jejak aliran air telah terhapus erosi angin dan tumbukan meteor.

Lokasi Paling Menjanjikan untuk Misi Pencarian Kehidupan

Meski hanya 16, mega-basin ini diperkirakan menjadi area paling penting secara ilmiah. Ketika tim menghitung volume sedimen yang dibawa sungai kuno, mereka menemukan bahwa basin tersebut mengangkut hampir setengah sedimen yang pernah dipindahkan sungai di Mars. Salah satu basin yang mengalir ke Ma’adim Vallis bahkan menyumbang sekitar 15% dari total.

“Semakin jauh jarak aliran air, semakin besar interaksi antara air dan batuan, sehingga peluang terbentuknya reaksi kimia yang bisa meninggalkan tanda kehidupan menjadi lebih besar,” kata Zaki.

Peta mega-basin ini dapat menjadi panduan penting bagi misi Mars di masa depan, terutama yang mencari jejak kimiawi kehidupan atau merencanakan pengambilan sampel.

“Ini sangat penting untuk dipertimbangkan dalam menentukan lokasi pencarian kehidupan,” ujar Goudge.

Riset ini dipublikasikan pada 24 November di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. (space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik