Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Apple Imbau Pengguna iPhone Stop Gunakan Chrome dan Aplikasi Google, Ini Alasannya

Abi Rama
10/12/2025 19:08
Apple Imbau Pengguna iPhone Stop Gunakan Chrome dan Aplikasi Google, Ini Alasannya
Apple mengimbau pengguna iPhone tidak menggunakan Chrome atau Google apps saat berselancar di internet.(Dok. Freepik)

APPLE mengimbau pengguna iPhone untuk berhenti memakai Google Chrome maupun aplikasi Google lainnya saat berselancar di internet. Mengutip laporan Forbes, Apple menilai kedua aplikasi tersebut memiliki risiko privasi yang lebih besar dibandingkan Safari, terutama terkait praktik pelacakan yang tidak terlihat oleh pengguna.

Menurut Apple, Chrome dan Google Apps mengumpulkan lebih banyak data dan memungkinkan terjadinya pelacakan tingkat lanjut, sehingga privasi pengguna berpotensi terancam tanpa disadari.

Safari Dibekali Proteksi Anti-Fingerprinting yang Lebih Kuat

Dalam penjelasannya, Apple menegaskan bahwa Safari memiliki sistem perlindungan khusus untuk mencegah teknik pelacakan digital modern, termasuk digital fingerprinting.

Fingerprinting bekerja dengan membaca kumpulan data kecil dari perangkat, seperti jenis perangkat, resolusi layar, hingga pengaturan sistem, untuk membentuk identitas unik yang dapat dilacak dari satu situs ke situs lainnya.

Berbeda dengan tracking cookies yang masih memberi opsi untuk ditolak pengguna, fingerprinting tidak bisa dimatikan. Teknik ini berjalan otomatis tanpa diketahui pemilik perangkat, sehingga dianggap jauh lebih berbahaya.

Untuk mengatasinya, Safari:

  1. Menyederhanakan informasi konfigurasi perangkat, membuat banyak perangkat tampil serupa di mata pelacak.
  2. Membekali browser dengan AI-based tracking prevention.
  3. Menyediakan mode private browsing yang lebih ketat.
  4. Memberikan proteksi terhadap pengambilan lokasi secara diam-diam.

Dengan pendekatan ini, pelacak akan kesulitan mengidentifikasi perangkat spesifik pengguna iPhone.

Google App Dinilai Lebih Invasif daripada Chrome

Peringatan Apple tidak hanya ditujukan kepada Chrome. Menurut perusahaan, Google App justru mengumpulkan data yang lebih detail dan lebih dekat dengan identitas pengguna.

Apple juga meminta pengguna iPhone berhati-hati terhadap tombol “Try app” berwarna biru yang muncul di bagian bawah hasil pencarian Google saat menggunakan Safari. Jika tombol tersebut ditekan, pengguna akan diarahkan langsung ke Google App.

Masalahnya, Google App memiliki akses data yang lebih luas dibanding Chrome, sehingga dianggap lebih berisiko untuk keamanan dan privasi pengguna iPhone. Apple pun menyarankan pengguna tetap berada di Safari demi perlindungan maksimal.

Chrome Masih Digunakan Lebih dari 3 Miliar Pengguna

Meskipun sering dikritik soal pelacakan data, Chrome tetap menjadi browser nomor satu di dunia dengan lebih dari 3 miliar pengguna aktif. Apple menyebut fakta ini menunjukkan bahwa banyak orang masih mengabaikan risiko privasi yang muncul akibat penggunaan Chrome.

Apple menegaskan bahwa memakai Chrome di iPhone merupakan keputusan sadar dari pengguna. Namun perusahaan tetap ingin memastikan bahwa pengguna memahami tingginya risiko privasi, terutama di ekosistem iOS yang sejak awal dirancang untuk menjadikan privasi sebagai prioritas utama. (Forbes/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya