Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
YouTuber game populer Jepang, Yoshinama, yang memiliki lebih dari 1,04 juta pengikut, menjadi perhatian publik setelah menginvestasikan lebih dari 25 juta yen (sekitar US$160 ribu atau Rp2,6 miliar) dari tabungannya sendiri untuk menyelesaikan pengembangan game Mamon King.
Meski tidak ada jaminan keuntungan, ia tetap bersikeras mewujudkan game impiannya.
Game monster pemain tunggal tersebut dikembangkan bersama perusahaan game LiTMUS dan dijadwalkan rilis pada 11 Desember untuk PC (Steam) dan Nintendo Switch. Mamon King mengusung sistem peningkatan monster serta pertarungan turn-based bergaya turnamen yang terinspirasi dari seri Monster Rancher.
Proyek ini dimulai sekitar dua tahun lalu. Yoshinama mengaku ide membuat game muncul secara spontan. "Suatu hari saya berpikir, 'Saya ingin membuat game,' dan mulai mengerjakannya." Meskipun ia berpengalaman sebagai gamer di depan ribuan penonton, Yoshinama menyadari dirinya adalah pemula dalam pengembangan game.
Ia sempat terkejut ketika berkonsultasi dengan Totsuka dari LiTMUS mengenai skala biaya yang diperlukan.
"Ketika saya berkonsultasi dengan Totsuka tentang proyek ini, saya ingat berpikir , tunggu, berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk membuat sebuah game?" Meski telah mengetahui bahwa proyek tersebut mahal dan tidak memiliki jaminan komersial, ia tetap ingin melanjutkannya.
Menurut Yoshinama, keputusan itu didasari keinginan pribadi.
"Orang-orang mungkin menganggap saya aneh, tapi saya seperti, Saya ingin membuat game. Saya tidak butuh keuntungan. Sejujurnya, saya rasa mendapatkan keuntungan dari ini akan sangat sulit. Saya tidak punya rekam jejak dalam pengembangan game dan tidak punya kredibilitas di bidang ini, saya hanya seorang streamer. Meski begitu, saya sangat ingin membuat game."
Keteguhan itu justru membuat LiTMUS tertarik mendukung proyek tersebut. Totsuka mengungkapkan bahwa Mamon King awalnya bukan prioritas karena genre dan skalanya. Namun sikap Yoshinama mengubah pandangannya.
"Sejujurnya, saya tersentuh oleh pernyataannya, ' Meskipun penjualan sedang sulit, saya ingin membuat apa yang ingin saya buat (tertawa)."
Totsuka menjelaskan bahwa pengembangan Mamon King berbeda dari kebanyakan proyek kolaborasi kreator, karena dilakukan sepenuhnya dari nol tanpa template siap pakai. Hal ini membuat Yoshinama bukan hanya bertindak sebagai produser, tetapi juga sebagai desainer. Itu pula alasan ia turut berinvestasi besar.
Menurut Totsuka, pendekatan berbagi risiko memungkinkan visi Yoshinama dapat dieksekusi sepenuhnya. "Cara paling efektif untuk menciptakan game ideal Yoshinama, dengan mempertimbangkan hal-hal seperti anggaran, adalah dengan mengajaknya berinvestasi. Jika kedua belah pihak mengambil risiko yang tepat, kami dapat membangun apa yang ia bayangkan dengan sempurna."
Ia menambahkan bahwa banyak proyek gagal saat pengembang berusaha mengurangi risiko kreator tetapi tetap berjanji memenuhi keinginannya.
"Dengan mengingat hal itu, saya mengajak Yoshinama berinvestasi, dan sebagai gantinya, kami berkomitmen penuh pada proyek tersebut. Ternyata itu adalah pendekatan terbaik," ucap dia.
Menjelang peluncurannya, Yoshinama merasa keputusan mengambil risiko tersebut sudah tepat. "Mengembangkan game secara paralel dengan streaming saya sangat sibuk, tetapi saya selalu merasa senang selama proses pengembangan. Rasanya sangat menyenangkan, jadi meskipun Mamon King ternyata gagal total, saya rasa saya ingin membuat sesuatu lagi setelah beberapa tahun."
Mamon King akan dirilis pada 11 Desember untuk PC (Steam) dan Nintendo Switch. Sumber: Automaton
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved