Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR industri pusat data (data center) di Indonesia diproyeksikan terus tumbuh pesat seiring tren penggunaan internet dan artificial intelligence (AI) yang meningkat. Sejalan dengan itu, kebutuhan atas infrastruktur penyimpanan data yang aman dan andal juga terus meningkat.
Praktisi data center sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) Fanky Christian kemarin menuturkan AI memacu perkembangan di berbagai aspek, salah satunya kebutuhan data center.
"Potensi pasar data center ini sangat besar. Apalagi di saat sekarang dengan penggunaan AI yang semakin masif. AI ini men-triger banyak hal, salah satunya kebutuhan data center," ungkap Fanky dalam diskusi DTC Summit 2025: Let's Connect and Beyond Jumat (5/12).
Sebagai contoh, untuk men-deployment AI data center diperkirakan estimasi biayanya sekitar US$23,3 miliar (perkiraan 2024). Menurut dia, nilai itu bisa jadi potensi investasi besar jika masuk Indonesia. Dan Indonesia dinilai berpotensi jadi pemain utama industri data center terutama di Asia Tenggara. Terlebih, regulasi di Indonesia juga mengarah pada investasi ekonomi digital seperti UU No 27/2022 Tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) dan PP No 71/2019.
Menurut Fanky melalui regulasi yang kuat, maka nanti arahnya menuju pada kedaulatan data. Artinya, pusat data ada di negara itu sendiri. Bicara kedaulatan data, ini jadi potensi pengembangan infrastruktur dan bisnis data center.
"Ini tantangan sekaligus peluang, terutama dari sisi infrastruktur, perangkat hingga sistem operasi (OSS) mendukung data center untuk dipakai hingga global. Selain itu, regulasi kebijakan juga harus mendukung industri ini, termasuk bagi industri lokal kita," ungkapnya.
Presiden Direktur DTC Netconnect (PT Adhitya Mandiri Pratama) Conny Dewi Purnamawaty mengatakan, pusat data akan terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Di era AI kini, pelaku industri harus beradaptasi dengan menyiapkan data center AI untuk mendukung bisnis perusahaan.
"DTC Netconnect, perusahaan asal Indonesia bidang teknologi informasi telah mengembangkan produk DTC Smart Series sebagai solusi mendukung infrastruktur jaringan data center.
DTC Smart Series terdiri dari Smart Rack System, Liquid Cooling System, Modular Smart Containment, Hot & Cold Containment, dan BISOFT: DCIM Monitoring System," ucapannya.
Vice President DTC Netconnect Endru Ariebowo menjelaskan kehadiran berbagai DTC Smart Series merupakan langkah baru pelayanan data center dan sudah digunakan perusahaan pada berbagai sektor seperti chemical, banking and finance, hospitality building, dan enterprise building.
"DTC Smart Series mengedepankan pada tiga nilai utama yaitu High End, Plug and Play, dan Very Competitive Price. Produk-produk itu dirancang untuk menawarkan solusi pusat data yang komprehensif dan diklaim lebih hemat energi dan biaya operasional produk saat digunakan," imbuhnya.
KEUNGGULAN
Sementara itu General Manager DTC Netconnect Rekha Rendhra memaparkan DTC Smart Series memiliki keunggulan bisa menghemat energi 30-50% dan tingkat kecepatan data 10 kali lebih cepat daripada data center tradisional. Pada tahun depan, DTC Netconnect siap mendukung infrastruktur data center AI dengan ASRock Rack Inc (perusahaan server asal Taiwan) dalam pengembangan produk sistem data center.
"Secara produk, tahun depan kita ready untuk mendukung data center AI. Kami berharap pemerintah juga mendukung industri lokal seperti kami melalui regulasi kebijakan yang pro lokal," tutur Rekha.
Account Manager ASRock Rack Inc Andriyanto Gozali menambahkan kebutuhan AI ke depannya kian meningkat. Di beberapa negara, Tiongkok misalnya hampir mayoritas sudah mengadopsi AI.
"Tren kebutuhan data center ke depan amat besar, terlebih pesatnya AI, mulai dari power supply, liquid cooling. ASRock Rack bersama dengan DTC Netconnect siap membantu mengembangkan serta memajukan ekosistem data center di Indonesia," tutupnya. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved