Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan untuk pertama kalinya mendeteksi keberadaan kilatan listrik kecil di Mars. Fenomena ini ditemukan di sekitar rover Perseverance milik NASA, muncul dari front badai debu dan pusaran debu (dust devils).
Penemuan ini sekaligus menjawab misteri lama mengenai asal usul oksidan seperti hidrogen peroksida di Mars yang pertama kali ditemukan pada 2003. Zat oksidan dapat bereaksi dengan molekul organik dan berpotensi menghancurkan biosignature, namun reaksi kimia akibat pelepasan listrik juga dapat membentuk molekul organik baru.
“Ini sangat menarik … Ini membuka bidang penyelidikan baru untuk Mars,” kata Baptiste Chide dari Institut de Recherche en Astrophysique et Planétologie di Toulouse kepada Space.com.
Chide dan timnya menemukan bukti pelepasan listrik dari data yang direkam melalui instrumen tak terduga, mikrofon Perseverance. Dari rekaman selama 29 jam dalam dua tahun Mars, mereka mengidentifikasi 55 kejadian listrik dengan pola audio khas, mulai dari burst statis hingga gelombang kejut kecil yang merupakan suara nyata dari kilatan tersebut.
Kilatan ini bukan petir bercabang seperti di Bumi. Mars tidak memiliki badai petir karena tidak ada uap air atmosfer. Di Bumi, petir muncul akibat gesekan partikel es di awan, sementara di Mars gesekan terjadi antarpartikel debu.
Daniel Mitchard dari Cardiff University menjelaskan perbedaan kondisi atmosfer kedua planet. “Ambang terjadinya pelepasan listrik lebih tinggi di Bumi dibanding Mars … Jadi kita dapat memperkirakan petir di Mars lebih lemah daripada di Bumi,” ujarnya.
Dari 55 kejadian yang terekam, 54 di antaranya muncul saat angin berada pada 30% kekuatan tertinggi selama periode perekaman. Enam belas kejadian juga terjadi saat dust devil melintas dekat rover. Beberapa pelepasan bahkan berasal dari rover sendiri yang bermuatan beberapa kilovolt akibat benturan partikel debu, sebelum melepaskan muatan ke tanah.
Meskipun demikian, instrumen Perseverance dipastikan aman. Namun Chide berspekulasi misi Mars 3 milik Uni Soviet yang berhenti beroperasi 20 detik setelah mendarat pada 1971 mungkin saja terdampak fenomena serupa.
Data mikrofon ini dapat menjadi acuan desain misi Mars di masa depan. “Kini setelah kami memiliki data kuantitatif tentang energi pelepasan listrik, kami dapat menyesuaikan spesifikasi peralatan elektronik dan mungkin memberi batasan baru bagi rancangan pakaian antariksa," ujar kata Chide.
Fenomena ini juga relevan bagi pencarian tanda kehidupan, karena keberadaan oksidan berkaitan dengan aktivitas badai debu. Langkah selanjutnya, menurut Chide, adalah mengukur jumlah oksidan yang dihasilkan melalui proses ini lewat eksperimen laboratorium dan pemodelan. (Space/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved