Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEGUNUNGAN Rocky di Amerika Utara adalah rumah bagi berbagai satwa liar yang unik. Namun, para peneliti memperingatkan bahwa salah satu hewan ikoniknya, Pika Amerika (Ochotona princeps), menghadapi ancaman serius dan diprediksi akan menghilang dari sebagian besar habitatnya dalam beberapa dekade mendatang.
Penghilangan Pika ini didorong oleh perubahan iklim global, menjadikannya salah satu simbol paling awal dari dampak kenaikan suhu di ekosistem dataran tinggi.
Pika adalah mamalia kecil yang berkerabat dekat dengan kelinci. Mereka beradaptasi untuk hidup di lingkungan dingin dan berbatu di ketinggian. Masalah utama Pika adalah ketidakmampuannya mentolerir suhu panas.
Dengan bulu tebal dan metabolisme yang tinggi, Pika dapat dengan cepat mengalami overheating (terlalu panas) dan mati jika terpapar suhu di atas 25,5°C selama beberapa jam.
Studi yang dilakukan oleh para ilmuwan menunjukkan bahwa Pika semakin sulit menyimpan makanan musim dingin (dikenal sebagai "haypiles" atau timbunan jerami) karena waktu yang dihabiskan untuk mencari makan harus dipersingkat untuk menghindari panas.
Perubahan ini telah menyebabkan populasi Pika Amerika menghilang dari lokasi dataran rendah yang dulunya merupakan habitat utama mereka.
Penghilangan Pika merupakan indikator penting tentang kerentanan ekosistem alpine terhadap krisis iklim. Para peneliti menggunakan nasib Pika sebagai peringatan bahwa jika tren pemanasan global terus berlanjut tanpa mitigasi, spesies lain yang sangat bergantung pada lingkungan dingin di dataran tinggi juga akan menghadapi nasib serupa.
Sumber: mediaindonesia.com, bnbabel.com, newsroom.id, butota.id
Para peneliti sudah lama memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan ancaman bagi pika di bagian barat Amerika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved